Perlu Kamu Tahu! 10 Mitos dan Fakta Tentang Imunisasi

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 20 Desember 2024 | 17:35 WIB
Seorang anak SD menangis ketika disuntik vaksin imunisasi (diskominfo kediri)
Seorang anak SD menangis ketika disuntik vaksin imunisasi (diskominfo kediri)

KLIK SAJA - Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit menular dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak melalui pemberian vaksin.

Vaksin adalah bakteri atau virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan untuk merangsang pembentukan zat antibodi dalam tubuh.

Pembentukan zat antibodi ini akan memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga kebal terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Walau sudah banyak bukti ilmiah tentang manfaat imunisasi dalam memerangi wabah penyakit, tidak sedikit masyarakat yang masih percaya mitos-mitos yang tak benar tentang imunisasi.

Baca Juga: Tips Agar Tidak ‘Kelelahan Otak’ Saat Berbelanja Online, Jadilah Smart Buyer! 

Dilansir dari web resmi Kementerian Kesehatan Indonesia, berikut berbagai mitos dan fakta tentang imunisasi yang beredar di masyarakat saat ini.

Mitos 1: Imunisasi Tidak Penting karena Penyakitnya Sudah Tak Ada

Dilansir UNICEF saat ini di seluruh dunia ada sekitar 20 juta anak yang belum diimunisasi atau mendapatkan imunisasi dasar tidak lengkap, karena menganggap wabah penyakitnya sudah hilang. 

Imbasnya, beberapa penyakit berbahaya, yang dulu bisa dicegah oleh vaksin, kini muncul kembali di negara-negara maju dan berkembang, termasuk campak, pertusis (batuk rejan), difteri dan polio.

Mitos 2: Imunisasi Sebabkan Penyakit

Pemberian imunisasi ada kalanya diikuti dengan efek simpang atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), seperti demam, sakit kepala, nyeri dan bengkak di sekitar area suntikan, kelelahan, anak menjadi rewel dan lain sebagainya.

Namun, ini merupakan efek samping yang normal dan biasanya akan sembuh sendiri setelah 3-4 hari. 

Mitos 3: Vaksin Mengandung Bahan Berbahaya

Kandungan vaksin terdiri dari berbagai bahan yang dapat dikelompokkan ke dalam 2 kategori komponen, yaitu komponen utama dan tambahan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: kemenkes

Tags

Rekomendasi

Terkini

X