Bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui karena terbentuk selama ratusan juta tahun.
Ketika bahan bakar fosil dibakar untuk menghasilkan energi, proses tersebut menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berbahaya bagi lingkungan.
Salah satu gas rumah kaca yang paling signifikan adalah karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Oleh karena itu, peralihan ke energi terbarukan sangat penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap iklim.
Baca Juga: Alasan Mengapa Semakin Banyak Wanita Memilih untuk ‘Childless’
Selain itu, penggunaan energi terbarukan juga dapat meningkatkan ketahanan energi suatu negara.
Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti tenaga surya dan angin, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil
Namun, energi terbarukan menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah daripada membakar bahan bakar fosil.
Transisi dari bahan bakar fosil yang saat ini menyumbang sebagian besar emisi 'kotor' menjadi energi terbarukan, adalah kunci untuk mengatasi krisis iklim.
Terlebih, energi terbarukan tergolong murah di sebagian besar negara dan menghasilkan lapangan kerja tiga kali lebih banyak daripada bahan bakar fosil.
Apa Saja Contoh Sumber Energi Terbarukan?
Tenaga Surya
Sumber energi matahari atau tenaga surya merupakan salah satu sumber daya energi yang paling melimpah di Bumi.
Energi ini dapat dimanfaatkan bahkan dalam kondisi cuaca berawan, sehingga memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya.
Artikel Terkait
Mitos Tentang Kehamilan yang Banyak Dipercaya Orang Padahal Menyesatkan
Ketika Persahabatan Harus Berakhir, Apa Yang Harus Dilakukan?
Mengenal Apa itu Love Language dan Apa Saja Macamnya? Kamu Termasuk yang Mana Nih?
Apa Itu Wajah Bengkak Kortisol? Apakah Penyebabnya Karena Stress?
Tips Agar Luka Jahitan Vagina Cepat Sembuh Setelah Melahirkan Normal