internasional

5 Skenario Iran Memenangkan Perang Atas AS - Israel Sepeninggal Ayatollah Ali Khamenei

Rabu, 4 Maret 2026 | 22:11 WIB
Ilustrasi masyarakat Iran (Al Jazeera)

KLIK SAJA - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran terus memanas. Serangan udara Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi titik balik yang semakin memperuncing situasi.

Aksi yang dinilai oleh banyak pihak sebagai serangan sepihak dan tidak terprovokasi itu menuai kecaman internasional karena dianggap melanggar hukum internasional.

Sejumlah pengamat berpendapat bahwa alasan penyerangan yang dikemukakan Amerika Serikat dan Israel terkesan dipaksakan, mengingat Iran selama ini menyatakan diri terbuka terhadap jalur diplomasi.

Dalam situasi yang semakin genting, muncul berbagai analisis mengenai langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh Iran untuk memperkuat posisinya.

Berikut lima skenario yang dinilai krusial agar Iran dapat memenangkan perang ini:

  1. Suksesi Pemimpin Tertinggi Secara Konstitusional

Stabilitas politik domestik adalah fondasi utama di tengah perang. Iran perlu memastikan proses suksesi kepemimpinan tertinggi berjalan sesuai konstitusi, tertib, dan tanpa gejolak internal.

Jika transisi berlangsung lancar, hal ini akan meningkatkan moral publik dan militer, sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa negara tetap berjalan stabil meskipun berada di bawah tekanan militer besar.

  1. Memperkuat Soliditas Islamic Revolutionary Guard Corps dan Basiji

Kekuatan utama pertahanan internal Iran bertumpu pada Garda Revolusi (IRGC) dan milisi Basiji.

Soliditas kedua elemen ini menjadi kunci untuk mencegah infiltrasi asing, termasuk operasi intelijen yang dalam beberapa tahun terakhir disebut-sebut berhasil menembus sistem keamanan Iran.

Penguatan koordinasi, kontraintelijen, dan pertahanan internal menjadi sangat penting, terutama jika konflik berkembang ke kemungkinan serangan darat atau operasi destabilisasi.

  1. Memaksimalkan Ketahanan Perang Rudal

Secara geografis, Iran memiliki wilayah yang luas dengan banyak titik peluncuran rudal yang bersifat mobile.

Kondisi ini dinilai memberi keuntungan strategis dalam perang jarak jauh, karena lokasi peluncur lebih sulit dilacak dan dihancurkan.

Sebaliknya, wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan relatif lebih terbatas.

Dalam skenario perang berkepanjangan, ketahanan logistik dan kemampuan mempertahankan intensitas serangan akan menjadi faktor penentu.

Halaman:

Tags

Terkini