internasional

Israel Lakukan Serangan Udara di Qatar, Tewaskan Sejumlah Anggota Hamas

Rabu, 10 September 2025 | 08:07 WIB
Sebuah pemukiman di Qatar yang diserang Israel (BBC)

Hamas mengecam serangan itu sebagai “kejahatan keji, agresi terang-terangan, dan pelanggaran hukum internasional”.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut upaya pembunuhan terhadap tim negosiasi mereka gagal, meski tidak menunjukkan bukti.

Mereka juga mengumumkan lima anggotanya tewas, termasuk putra Khalil al-Hayya, Humam, serta Jihad Labad, direktur kantor al-Hayya.

Kelompok itu juga menuding pemerintahan AS turut bertanggung jawab karena dukungannya terhadap militer Israel.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa militer AS telah memberitahu mereka mengenai serangan tersebut.

Juru Bicara Karoline Leavitt mengatakan, “Membom sepihak di wilayah Qatar, sebuah negara berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat yang sedang berupaya keras menengahi perdamaian, tidak membantu tujuan Israel maupun Amerika.

Namun, mengeliminasi Hamas, yang mengambil keuntungan dari penderitaan warga Gaza, adalah tujuan yang pantas.”

Ia menambahkan, Presiden Trump segera memerintahkan utusan khusus Steve Witkoff untuk memperingatkan pemerintah Qatar mengenai serangan tersebut.

Setelahnya, Trump berbicara dengan Netanyahu yang disebutnya ingin segera mewujudkan perdamaian, serta menghubungi Emir dan Perdana Menteri Qatar untuk memastikan bahwa serangan semacam itu tidak akan terulang di wilayah mereka.

Meski demikian, kantor Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa operasi ini “sepenuhnya dilakukan oleh Israel secara independen”.

Qatar merespons dengan marah, menyebutnya sebagai “serangan kriminal” yang melanggar hukum internasional dan mengancam keamanan warga maupun penduduk di negaranya.

Kecaman juga datang dari berbagai belahan dunia Arab, termasuk Arab Saudi yang menyebut serangan itu sebagai “agresi brutal Israel”.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyatakan serangan tersebut “melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Qatar”.

Ia menegaskan Qatar telah memainkan peran penting dalam upaya gencatan senjata dan pembebasan sandera, serta menyerukan agar semua pihak bekerja menuju perdamaian permanen, bukan menghancurkannya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan itu “tidak dapat diterima apa pun alasannya”, sementara Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, memperingatkan risiko eskalasi lebih luas di kawasan dan mendesak gencatan senjata di Gaza serta pembebasan sandera.

Halaman:

Tags

Terkini