internasional

Israel Lakukan Serangan Udara di Qatar, Tewaskan Sejumlah Anggota Hamas

Rabu, 10 September 2025 | 08:07 WIB
Sebuah pemukiman di Qatar yang diserang Israel (BBC)

KLIK SAJA - Kelompok bersenjata Palestina, Hamas, menyatakan lima anggotanya tewas dalam serangan udara Israel di ibu kota Qatar, Doha.

Namun, Hamas mengklaim upaya pembunuhan terhadap tim negosiasinya telah gagal.

Menurut Hamas, tim negosiasi tersebut tengah mengadakan pertemuan untuk membahas usulan terbaru Amerika Serikat mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza, ketika kompleks perumahan tempat mereka berkumpul hancur akibat serangkaian ledakan hebat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut serangan itu “sepenuhnya dibenarkan” karena menargetkan para pemimpin senior Hamas yang menjadi otak serangan 7 Oktober 2023 ke Israel, yang memicu perang Gaza.

Qatar mengecam keras serangan Israel tersebut, menyebutnya sebagai tindakan pengecut dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan bahwa satu anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri tewas dan beberapa lainnya luka-luka, namun tidak menyebutkan korban dari pihak Hamas.

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai insiden itu “disayangkan”, tetapi menegaskan bahwa mengeliminasi Hamas adalah “tujuan yang pantas”.

Qatar sendiri merupakan sekutu utama AS di kawasan, sekaligus tuan rumah pangkalan udara besar Amerika.

Sejak 2012, negara itu juga menjadi lokasi biro politik Hamas dan berperan, bersama AS serta Mesir, sebagai mediator dalam negosiasi tidak langsung antara Hamas dan Israel.

Saksi mata di Doha menyebut terdengar hingga delapan ledakan pada Selasa sore, dengan asap mengepul di atas distrik Katara, bagian utara kota.

Menurut otoritas Qatar, serangan itu mengenai kompleks perumahan yang ditempati sejumlah anggota Biro Politik Hamas. Tak lama setelahnya, Israel mengaku bertanggung jawab.

Militer Israel (IDF) dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet menyatakan mereka melakukan “serangan presisi yang menargetkan kepemimpinan senior Hamas”.

Media Israel melaporkan, operasi tersebut melibatkan 15 jet tempur dengan sepuluh munisi diluncurkan hanya dalam hitungan detik terhadap satu sasaran.

Seorang pejabat Israel menyebut target serangan termasuk Khalil al-Hayya, kepala negosiator Hamas yang kini hidup di pengasingan, serta Zaher Jabarin, pimpinan Hamas wilayah Tepi Barat di pengasingan.

Halaman:

Tags

Terkini