Namun, Yair Lapid menilai bahwa intervensi Trump ini bisa jadi merupakan bagian dari strategi yang telah diperhitungkan.
“Saya berharap dan menduga bahwa ini adalah hadiah yang [Trump] berikan kepada [Netanyahu] karena ia berencana akan menekannya terkait Gaza, dan memaksanya menyepakati kesepakatan sandera yang dapat mengakhiri perang,” ujar Lapid kepada situs berita Israel, Ynet.
Persidangan Netanyahu sendiri berlangsung di tengah konflik yang terus berlangsung sejak serangan mematikan dan belum pernah terjadi sebelumnya oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan proses hukum mengalami berbagai penundaan.
Khususnya, lamanya perang melawan Hamas di Gaza memunculkan dugaan dari sebagian pihak bahwa Netanyahu sengaja memperpanjang konflik demi menunda pemilu dan mengulur proses persidangannya.