internasional

Donald Trump Ikut Campur Kasus Korupsi yang Menjerat Benjamin Netanyahu

Kamis, 26 Juni 2025 | 23:37 WIB
Benjamin Netanyahu saat jalani sidang korupsinya (New Yorker)

KLIK SAJA - Banyak pihak menyatakan perang yang dilancarkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gaza dan Iran adalah upaya liciknya dalam menutupi kasus korupsi yang menjeratnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara kontroversial menyerukan agar Israel memberikan grasi kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang tengah menjalani proses pengadilan atas dugaan korupsi, atau bahkan menghentikan kasus tersebut sepenuhnya.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump juga mengklaim bahwa AS telah "menyelamatkan" Israel — merujuk pada intervensi militer dalam perang Israel dengan Iran — dan sekarang juga akan "menyelamatkan" Netanyahu.

Perdana Menteri Israel itu sendiri membantah tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan, yang menjadi dasar persidangan yang telah berlangsung sejak tahun 2020.

Menanggapi pernyataan Trump, Netanyahu menulis unggahan ucapan terima kasih: “Terima kasih atas dukungan Anda yang mengharukan kepada saya, dan dukungan besar Anda untuk Israel.”

Namun, pemimpin oposisi utama Israel, Yair Lapid, mengkritik pernyataan Trump tersebut, dengan menyatakan bahwa ia seharusnya tidak “ikut campur dalam proses hukum sebuah negara berdaulat yang independen.”

Pernyataan Trump muncul hanya beberapa hari setelah ia mengecam Israel karena melancarkan serangan ke Iran, padahal ia telah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara setelah 12 hari saling meluncurkan rudal.

Netanyahu sendiri berulang kali memuji keputusan Trump untuk membom fasilitas nuklir Iran pada hari Minggu lalu, menyebutnya sebagai langkah yang “berani.”

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut Netanyahu sebagai “pahlawan besar yang telah melakukan begitu banyak untuk Israel,” dan menyebutnya juga sebagai seorang “pejuang.”

Ia menyatakan bahwa persidangan terhadap Netanyahu seharusnya “dibatalkan segera,” atau sang perdana menteri diberikan grasi.

Trump menambahkan bahwa ia mengetahui Netanyahu dijadwalkan hadir di pengadilan pada Senin. Netanyahu sendiri telah beberapa kali hadir di pengadilan sejak persidangan dimulai.

Trump menggambarkan kasus yang dihadapi Netanyahu sebagai “perburuan penyihir” — istilah yang juga sering ia gunakan untuk menggambarkan berbagai investigasi terhadap dirinya sendiri di AS.

Ia menambahkan, “Ketidakadilan semacam ini tidak boleh dibiarkan!”

Menanggapi Trump yang mengatakan “tidak ada orang yang saya kenal yang bekerja dengan harmoni lebih baik” dibanding Netanyahu, sang perdana menteri membalas, “Kita akan terus bekerja sama untuk mengalahkan musuh bersama kita, membebaskan para sandera, dan memperluas lingkaran perdamaian dengan cepat.”

Halaman:

Tags

Terkini