KLIK SAJA - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah militer Iran menemukan sebuah bengkel produksi drone yang diduga dioperasikan oleh agen intelijen Israel, Mossad.
Penemuan ini terjadi di kota Rey, provinsi Teheran, dalam sebuah penggerebekan dramatis yang dilakukan pasukan keamanan Iran, seperti dilaporkan media pemerintah pada Senin pagi.
Bengkel tersebut, yang berlokasi di sebuah gedung tiga lantai di selatan ibu kota, menyimpan berbagai komponen pesawat tanpa awak serta bahan peledak.
Televisi pemerintah menayangkan rekaman yang menunjukkan ruangan penuh dengan peralatan canggih dan bahan-bahan sensitif yang diduga dipakai untuk merakit drone kamikaze mini—jenis yang sering digunakan dalam serangan diam-diam Israel terhadap sasaran strategis Iran.
Temuan ini sangat mengkhawatirkan bagi Teheran, mengingat beberapa serangan Israel belakangan ini memang dilakukan melalui serangan drone kecil yang sulit dideteksi radar.
Pasukan keamanan Iran pun mengakui kemungkinan keberadaan bengkel serupa di lokasi lain di seluruh negeri, dan operasi pencarian besar-besaran pun telah diluncurkan.
Penemuan ini bukan hanya bukti nyata dari kehadiran jaringan Mossad yang tertanam dalam wilayah Iran, namun juga memperlihatkan betapa agresifnya strategi Israel dalam melumpuhkan musuhnya dari dalam.
Kejadian ini muncul hanya beberapa hari setelah serangan udara Israel menghantam fasilitas nuklir dan rudal Iran, menewaskan seorang komandan senior dan ilmuwan nuklir papan atas.
Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran dengan peluncuran rudal balistik ke arah sasaran Israel, memperkuat kekhawatiran bahwa kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang terbuka.
Narasi ini memperlihatkan bagaimana pemerintahan Benjamin Netanyahu tampaknya telah mengadopsi pendekatan militer dan intelijen total dalam menghadapi Iran.
Meski telah mendapat teguran dan kecaman internasional—termasuk dari PBB—atas pelanggaran hukum internasional, Israel tetap melanjutkan operasinya dengan dalih pertahanan nasional.
Netanyahu tampaknya tidak hanya berambisi menghentikan program nuklir Iran, tetapi juga ingin menghancurkan infrastruktur militer negara tersebut melalui sabotase, pembunuhan tokoh penting, hingga perang informasi dan teknologi.
Masih segar dalam ingatan dunia bagaimana Israel pernah menyelundupkan pager bermuatan bahan peledak ke Lebanon, dengan harapan alat komunikasi milisi Hizbullah itu bisa meledak saat digunakan.
Cara-cara licik dan penuh tipu daya semacam ini adalah ciri khas Mossad, yang kerap memanfaatkan teknologi tinggi dan operasi intelijen rahasia untuk mengguncang musuh dari dalam.