KLIK SAJA - Sebuah tragedi besar mengguncang India pada Kamis siang, 12 Juni 2025, ketika sebuah pesawat milik maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI171 jatuh dan menabrak kampus kedokteran di Ahmedabad.
Pesawat tersebut mengangkut 242 orang—terdiri dari 230 penumpang dan 12 awak—dalam perjalanan dari Ahmedabad menuju London.
Total korban jiwa kini mencapai 260 orang, menjadikannya kecelakaan penerbangan paling mematikan di India sejak 1996.
Bahkan dalam sejarah penerbangan dunia, jumlah korbannya bisa dikatakan termasuk yang tertinggi.
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner itu dilaporkan lepas landas pada pukul 13:38 waktu setempat. Namun tak lama setelah tinggal landas, pesawat kehilangan kendali dan jatuh menimpa ruang makan di B.J. Medical College.
Saat kejadian, terdapat sekitar 60 hingga 80 mahasiswa di ruang tersebut, dimana saat kejadian sebagian korban tidak menyadari pesawat menjatuhi mereka.
Menurut dekan kampus, Minakshi Parikh, sedikitnya lima mahasiswa tewas di lokasi, dan 10 hingga 12 lainnya sempat terjebak dalam kobaran api.
Sebagian besar mahasiswa berhasil melarikan diri, namun ledakan dan kebakaran hebat yang terjadi setelah tabrakan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan sulit.
Tim penyelamat dan pemadam kebakaran dikerahkan secara besar-besaran untuk menjinakkan api dan mengevakuasi korban.
Air India menyatakan bahwa dari total penumpang dan awak pesawat, 169 merupakan warga negara India, 53 warga negara Inggris, tujuh warga negara Portugal, dan satu warga Kanada.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Menteri Dalam Negeri India Amit Shah mengonfirmasi bahwa hanya satu orang penumpang yang selamat dalam kecelakaan tersebut.
Korban selamat tersebut adalah Viswash Kumar Ramesh, pria berusia 40 tahun berkewarganegaraan Inggris yang duduk di dekat pintu darurat. Ia berhasil melompat keluar pesawat sesaat sebelum ledakan besar terjadi.
“Ketika saya bangun, ada mayat di sekitar saya. Saya takut. Saya berdiri dan berlari. Ada potongan-potongan pesawat di sekitar saya,” ujar Viswashkumar kepada Hindustan Times.
Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat masih dalam penyelidikan intensif oleh otoritas penerbangan India.