internasional

Terlihat Diktator! Trump Kerahkan Ribuan Tentara ke Los Angeles di Tengah Protes Imigrasi yang Makin Meluas

Rabu, 11 Juni 2025 | 04:13 WIB
Trump bakal kerahkan banyak tentara amankan aksi protes di California (ABC)

Polisi mengungkapkan bahwa beberapa demonstran melempar benda ke arah petugas. Jaksa Agung AS Pam Bondi juga mengumumkan identitas tersangka pelempar batu ke arah agen federal, yakni Elpidio Reyna, yang kini masuk daftar buronan nasional.

Gelombang protes juga terjadi di setidaknya sembilan kota lain, termasuk New York, Philadelphia, Dallas, Austin, dan San Francisco. Demonstrasi bermula sejak Jumat, saat muncul laporan razia oleh petugas ICE di permukiman Latino.

Aksi damai berubah menjadi penjarahan, pembakaran mobil, pelemparan batu, dan penutupan jalan bebas hambatan utama. LAPD menangkap 29 orang pada Sabtu malam dan 21 lainnya pada Minggu.

Para tersangka menghadapi dakwaan mulai dari percobaan pembunuhan menggunakan bom molotov, penyerangan terhadap petugas, hingga penjarahan.

Polisi menyebut telah menembakkan lebih dari 600 peluru karet dan peluru tidak mematikan lainnya selama akhir pekan.

Di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa keputusannya mengirim Garda Nasional telah menyelamatkan kota dari kehancuran. “Kalian lihat sendiri videonya: mobil terbakar, kerusuhan terjadi. Kami menghentikannya,” ujarnya.

Trump juga sempat mendukung usulan agar Gubernur California ditangkap karena dianggap menghalangi penegakan hukum imigrasi oleh pemerintah pusat. Menanggapi hal itu, Newsom menulis di X bahwa langkah Trump adalah “tanda jelas menuju otoritarianisme”.

Sementara itu, Wali Kota Los Angeles Karen Bass menyebut pengerahan pasukan sebagai "upaya sengaja" menciptakan kekacauan oleh pemerintahan Trump.

Ia juga mengaku mengetahui adanya setidaknya lima razia ICE di wilayah LA pada hari Senin, termasuk di dekat sekolah cucunya.

Langkah Trump mengirimkan Garda Nasional kini menghadapi gugatan hukum dari Newsom.

Dalam gugatan tersebut, diklaim bahwa Trump telah melanggar Konstitusi AS dan kedaulatan negara bagian. Newsom juga mengancam akan menempuh jalur hukum terpisah terkait pengerahan Marinir.

Trump sendiri beralasan bahwa pemerintahan Presiden sebelumnya, Joe Biden, telah membiarkan jutaan imigran masuk secara ilegal.

Ia pun berjanji akan melakukan deportasi dalam skala besar, menargetkan minimal 3.000 penangkapan imigran per hari.***

Halaman:

Tags

Terkini