internasional

Menyala! China Gelontorkan Rp 8,2 Triliun ke WHO, Imbas AS Stop Beri Bantuan

Rabu, 21 Mei 2025 | 10:18 WIB
Presiden China, Xi Jinping berkomitmen membantu WHO (WHO)

KLIK SAJA - China kembali menunjukkan peran aktifnya di panggung internasional dengan mengumumkan bantuan dana sebesar US$500 juta (sekitar Rp8,2 triliun) kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk lima tahun ke depan.

Langkah ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Tiongkok, Liu Guozhong, dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia yang digelar di Jenewa pada Selasa (20/5/2025), sebagaimana dilaporkan The Straits Times.

Suntikan dana ini dilakukan di tengah krisis keuangan yang tengah melanda WHO, menyusul keputusan kontroversial pemerintahan Donald Trump beberapa tahun lalu yang menghentikan kontribusi Amerika Serikat sebagai donor terbesar organisasi tersebut.

Sejak itu, WHO berjuang mencari sumber pendanaan alternatif untuk memastikan kelangsungan program-program kesehatannya di seluruh dunia.

Dalam pidatonya, Liu menyoroti dampak buruk unilateralisme dan politik kekuasaan terhadap sistem kesehatan global.

Ia menegaskan bahwa kerja sama multilateral adalah kunci utama untuk mengatasi tantangan global yang kompleks, termasuk dalam sektor kesehatan masyarakat.

“Dunia saat ini menghadapi tantangan besar akibat unilateralisme dan politik kekuasaan yang mengganggu keamanan kesehatan global. Multilateralisme adalah jalan pasti untuk mengatasi kesulitan,” ujar Liu di hadapan para delegasi internasional.

Sebagai respons terhadap kesulitan keuangan, WHO merevisi anggarannya untuk periode 2026–2027, memangkasnya sebesar 21 persen menjadi US$4,2 miliar (Rp68,9 triliun).

Selain itu, organisasi ini juga merencanakan kenaikan iuran wajib negara anggota sebesar 20 persen dalam dua tahun mendatang.

Jika kebijakan ini disetujui, China diperkirakan akan menggantikan posisi Amerika Serikat sebagai donor negara terbesar WHO.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah dana US$500 juta dari China ini sudah termasuk bagian dari kenaikan iuran wajib tersebut atau merupakan kontribusi tambahan.

Namun yang jelas, langkah ini menegaskan komitmen China terhadap kerja sama internasional, terutama dalam mendukung organisasi multilateral seperti WHO.

Sebagai lembaga yang sangat bergantung pada dukungan negara anggota, baik melalui iuran wajib maupun sumbangan sukarela, stabilitas pendanaan sangat penting bagi WHO.

Kontribusi dari China ini diharapkan mampu membantu WHO menjaga kelangsungan program-program kesehatan global yang krusial, mulai dari penanggulangan penyakit menular hingga penguatan sistem kesehatan nasional di negara-negara berkembang.

Halaman:

Tags

Terkini