KLIK SAJA - Israel telah mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan "jumlah makanan dasar" masuk ke Gaza guna memastikan tidak terjadi krisis kelaparan, setelah selama 10 minggu memblokade wilayah tersebut.
Pernyataan dari kantor Perdana Menteri menyebutkan bahwa langkah ini diambil atas rekomendasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan didasarkan pada kebutuhan untuk mendukung serangan militer baru terhadap Hamas.
Pengumuman ini disampaikan beberapa jam setelah militer Israel menyatakan bahwa mereka telah memulai "operasi darat besar-besaran" di seluruh wilayah Gaza.
Israel mendapat tekanan internasional yang meningkat untuk mencabut blokadenya, di mana selama periode tersebut tidak ada makanan, bahan bakar, maupun obat-obatan yang diizinkan masuk.
Badan-badan bantuan telah memperingatkan risiko kelaparan massal di tengah populasi Gaza yang berjumlah 2,1 juta jiwa, menyusul beredarnya rekaman dan laporan tentang anak-anak yang kurus kering akibat malnutrisi.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyerukan kepada Israel untuk mengizinkan penyaluran bantuan ke Gaza secara "segera, masif, dan tanpa hambatan."
Dalam pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, disebutkan bahwa Israel akan mengizinkan "jumlah makanan dasar dibawa masuk untuk penduduk Gaza" guna memastikan "tidak berkembangnya krisis kelaparan"
Ia pun menambahkan bahwa situasi semacam itu dapat mengancam operasi militer baru mereka yang diberi nama Operasi Kereta Kuda Gideon (Operation Gideon’s Chariot).
Israel juga menyatakan akan “bertindak untuk mencegah Hamas menguasai distribusi bantuan kemanusiaan.”
Sebelumnya pada hari Minggu lalu, IDF melancarkan serangan terhadap beberapa lokasi termasuk sebuah rumah sakit di Gaza utara. Israel menyatakan tujuannya adalah membebaskan sandera yang ditahan di Gaza dan mengalahkan Hamas.
Serangan juga terjadi di kota selatan Khan Younis, serta di kota-kota di utara Gaza, termasuk Beit Lahia dan kamp pengungsi Jabalia, menurut tim penyelamat.
Setidaknya 67 orang tewas dan 361 lainnya terluka di Gaza dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas.
Pertahanan sipil, yang merupakan layanan darurat utama Gaza, melaporkan bahwa kamp al-Mawasi di bagian selatan — tempat pengungsi berlindung — juga diserang pada malam hari, menyebabkan 22 orang tewas dan 100 lainnya terluka.
Kamp tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai "zona aman."