internasional

Mengenal Paus Leo XIV, Pemimpin Baru Gereja Katolik Pertama dari Amerika Serikat

Jumat, 9 Mei 2025 | 08:40 WIB
Paus Leo XIV saat lambaikan tangan di Basilika Santo Petrus, Vatikan (Vatikan)

KLIK SAJA - Asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina pada Kamis, 8 Mei 2025, menandai berakhirnya konklaf dan terpilihnya pemimpin baru Gereja Katolik.

Suara lonceng menggema dari Basilika Santo Petrus dan pekikan "Habemus Papam!" terdengar lantang dari balkon, disambut sorakan meriah umat di Lapangan Santo Petrus.

Dunia menyaksikan momen bersejarah: Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat resmi menjadi paus ke-267 dengan nama Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi pertama dalam sejarah Gereja Katolik yang berasal dari Negeri Paman Sam.

Dalam penampilan publik perdananya, Paus Leo XIV menyapa umat dengan penuh kehangatan: “Damai sejahtera bagi kalian semua.”

Ia menegaskan bahwa kejahatan tidak akan menang dan umat berada dalam perlindungan Tuhan.

Dalam pidato singkat itu, ia juga memberi penghormatan kepada pendahulunya, Paus Fransiskus, serta menekankan pentingnya perdamaian dan pengharapan.

Lahir di Chicago pada 14 September 1955, Paus Leo XIV dikenal sebagai sosok yang rendah hati, intelektual, dan berdedikasi dalam pelayanan rohani.

Sejak remaja, ia telah tertarik pada kehidupan religius. Ia menempuh pendidikan di Seminari Minor Augustinian dan kemudian melanjutkan studi di Universitas Villanova, meraih gelar sarjana matematika dan mempelajari filsafat.

Pada 1977, ia bergabung dalam novisiat Ordo Santo Augustinus, mengikrarkan kaul kekal pada 1981, dan ditahbiskan sebagai imam pada 19 Juni 1982.

Perjalanan rohaninya membawanya ke Peru, di mana ia menjalani misi selama lebih dari satu dekade.

Ia tak hanya menjadi prior komunitas dan dosen, tetapi juga melayani umat miskin sebagai pastor paroki.

Kembali ke AS, ia menjabat sebagai Prior Provinsi dan kemudian dua kali menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Augustinus, memperkuat jalinan spiritual dan administratif ordo tersebut di tingkat global.

Karier episkopalnya mencuat ketika Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Chiclayo pada 2014, lalu menjadi uskup tetap di wilayah tersebut setahun kemudian.

Peranannya semakin menonjol saat diangkat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin pada 2023, menandakan kepercayaan tinggi dari Takhta Suci.

Halaman:

Tags

Terkini