- Pemilihan Pertama Dimulai
Berdasarkan kesepakatan para Kardinal, pemilihan pertama bisa dilakukan pada hari yang sama.
Setiap Kardinal menulis nama calon di secarik kertas, lalu memberikannya ke petugas yang bertugas menghitung suara. Untuk terpilih, seorang calon harus meraih dua pertiga suara.
Jika belum ada yang mencapai mayoritas, asap hitam akan keluar dari cerobong Kapel Sistina sebagai tanda bahwa pemilihan belum berhasil. Sebaliknya, jika sudah ada Paus terpilih, asap putih akan muncul.
- Pemilihan Lanjutan Jika Belum Ada Hasil
Jika dalam pemilihan pertama belum ada yang terpilih, proses akan dilanjutkan dengan dua kali pemungutan suara di pagi hari dan dua kali di sore hari pada hari-hari berikutnya.
Setiap kali pemilihan gagal, asap hitam akan terus dikeluarkan.
Jika setelah beberapa putaran belum ada kesepakatan, para Kardinal dapat mengadakan waktu jeda untuk berdiskusi dan berdoa sebelum melanjutkan pemilihan.
Dalam sejarah, konklaf terpanjang terjadi pada tahun 1268–1271 yang berlangsung selama tiga tahun sebelum akhirnya Paus Gregorius X terpilih.
- Pengumuman Paus Baru dan Berkat "Urbi et Orbi"
Ketika seorang Kardinal akhirnya memperoleh suara yang cukup, Dekan Kardinal akan mendekatinya dan bertanya: "Apakah Anda menerima pemilihan kanonik sebagai Paus?" Jika ia menerima, maka ia akan memilih nama kepausan.
Setelah itu, asap putih akan mengepul dari cerobong Kapel Sistina, dan lonceng Basilika Santo Petrus akan berbunyi sebagai tanda sukacita.
Cardinal Proto-Deacon kemudian akan muncul di balkon Basilika Santo Petrus dan mengumumkan dengan kalimat legendaris:
"Annuntio vobis gaudium magnum: Habemus Papam!"
("Saya memberitakan kabar gembira: Kita memiliki Paus baru!")
Paus yang baru terpilih kemudian akan memberikan berkat apostolik Urbi et Orbi (untuk Kota Roma dan seluruh dunia) sebagai tanda dimulainya kepemimpinannya.