internasional

Trump Rayakan 100 Hari Jabatan Presiden AS: Penuh Kesombongan dan Kepalsuan

Rabu, 30 April 2025 | 09:29 WIB
Donald Trump rayakan 100 hari jabatannya di hadapan pendukungnya (BBC)

KLIK SAJA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merayakan hari ke-100 masa jabatan keduanya dengan sebuah pidato bergaya kampanye.

Dimana ia membanggakan pencapaiannya serta melontarkan kritik kepada para lawan politiknya penuh kesombongan.

Dalam pidatonya di hadapan para pendukung di negara bagian Michigan, Trump menyebut pemerintahannya sebagai “revolusi akal sehat” dan mengatakan bahwa masa jabatannya digunakan untuk mewujudkan “perubahan yang mendalam”.

Trump juga menyindir pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, serta melontarkan kritik baru kepada Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve), sembari menepis hasil jajak pendapat yang menunjukkan popularitasnya menurun.

Trump mengklaim berhasil menurunkan jumlah migran ilegal yang masuk ke Amerika Serikat secara dramatis.

Namun, kondisi ekonomi tetap menjadi titik lemah politik, terlebih di tengah perang dagang global yang ia jalankan.

“Kami baru saja memulai, kalian belum melihat apa-apa,” kata Trump dengan angkuh kepada massa di sebuah wilayah pinggiran kota Detroit, Selasa lalu.

Berpidato di pusat industri otomotif Amerika, Trump mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan mobil “berbondong-bondong” ingin membuka pabrik baru di negara bagian tersebut.

Namun sebelumnya pada hari yang sama, Trump melunakkan rencana tarif impor mobil dan suku cadang dari luar negeri setelah produsen otomotif AS memperingatkan dampak kenaikan harga yang bisa terjadi.

Dalam orasinya, Trump juga menolak hasil jajak pendapat yang menunjukkan penurunan tingkat popularitasnya sebagai “palsu”.

Menurut Gallup, Trump menjadi satu-satunya presiden AS pasca-Perang Dunia II yang memiliki tingkat dukungan publik di bawah 50 persen setelah 100 hari menjabat, yakni hanya 44%.

Meski begitu, mayoritas pemilih Partai Republik masih menunjukkan dukungan kuat. Sementara Partai Demokrat juga mengalami kesulitan dalam meraih dukungan publik.

Komite Nasional Demokrat (DNC) menyebut 100 hari pertama Trump sebagai “kegagalan besar”. “Trump bertanggung jawab atas meningkatnya biaya hidup, sulitnya pensiun, dan resesi ‘Trump’ yang sudah di ambang pintu,” kata DNC.

Dalam pidatonya, Trump bahkan mengadakan jajak pendapat dadakan dengan menanyakan kepada hadirin julukan favorit mereka untuk Joe Biden.

Halaman:

Tags

Terkini