internasional

Inflasi di Gaza Tembus 527 Persen, Ekonomi Lumpuh Imbas Blokade Israel

Senin, 28 April 2025 | 10:00 WIB
pasar darurat didirikan di sekitar reruntuhan bangunan di Gaza (New York Times)

KLIK SAJA - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza mencapai titik nadir baru setelah Kamar Dagang dan Industri Gaza mengumumkan bahwa inflasi di wilayah tersebut melonjak hingga 527 persen.

Lonjakan luar biasa ini disebabkan oleh blokade ketat yang diberlakukan Israel, yang menghentikan masuknya pasokan kebutuhan pokok, bantuan kemanusiaan, serta truk-truk sektor swasta ke wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya pada Minggu (27/4/2025), Kamar Dagang Gaza menyebutkan bahwa hampir seluruh aktivitas ekonomi kini lumpuh total.

Sementara itu, Harga kebutuhan dasar seperti bahan makanan, obat-obatan, dan barang-barang vital lainnya melonjak drastis, membuat kehidupan sehari-hari semakin tidak terjangkau bagi mayoritas warga Gaza yang sudah hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Blokade Israel terhadap Gaza telah berlangsung sejak 2007, namun situasi memburuk drastis sejak Oktober 2023.

Serangan militer yang brutal telah menewaskan hampir 51.500 warga Palestina, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, Israel terus memperketat pengawasan di jalur-jalur penyeberangan, sejak 2 Maret 2025, dengan alasan keamanan, membuat pengiriman bantuan makanan dan medis benar-benar terhenti.

Kamar Dagang dan Industri Gaza menggambarkan kondisi ini sebagai "keruntuhan sistem ekonomi yang bersifat katastropik".

Hampir tidak ada yang bisa dilakukan untuk mendongkrak perekonomian di Gaza.

Dengan pasokan yang tersendat, harga-harga kebutuhan pokok naik hingga lima kali lipat lebih, mendorong banyak keluarga ke ambang kelaparan.

Banyak toko dan usaha lokal terpaksa tutup karena kekurangan barang dagangan dan melonjaknya biaya operasional.

Meskipun berbagai upaya internasional telah dilakukan untuk menyalurkan bantuan, ribuan ton bantuan kemanusiaan tetap tertahan di perbatasan, terutama di Rafah dan Kerem Shalom.

PBB telah berkali-kali memperingatkan soal risiko bencana kelaparan massal, namun belum ada tekanan nyata terhadap Israel untuk mengakhiri blokade ini.

Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump, yang kini lebih sibuk dengan isu perang dagang global, tampak enggan menekan sekutu tradisionalnya, Israel.

Halaman:

Tags

Terkini