KLIK SAJA - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap hak rakyat Palestina atas Gaza dan mendorong solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers diplomasi sesi ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing pada Jumat, 7 Maret 2025.
"Gaza milik rakyat Palestina. Perubahan statusnya secara paksa tidak akan membawa perdamaian, melainkan hanya menciptakan kekacauan baru," ungkap Wang Yi.
Baca Juga: Luar Biasa! IGD RS Indonesia di Gaza Utara Layani Ratusan Pasien Warga Palestina Setiap Harinya
Ia menekankan bahwa upaya untuk mengubah status Gaza secara sepihak tidak akan diterima dan hanya akan memperburuk situasi di kawasan tersebut.
China sangat mendukung inisiatif perdamaian yang diprakarsai oleh Mesir dan negara-negara Arab untuk memulihkan stabilitas di Gaza.
Wang Yi menegaskan bahwa kepentingan rakyat Gaza tidak boleh diabaikan, dan prinsip keadilan harus dijunjung tinggi dalam setiap upaya penyelesaian konflik.
"Jika ada negara besar yang benar-benar peduli terhadap rakyat Gaza, maka yang harus dilakukan adalah mendorong gencatan senjata komprehensif dan berkelanjutan, meningkatkan bantuan kemanusiaan, serta memastikan Palestina dikelola oleh rakyatnya sendiri," ungkapnya.
Di samping itu, Wang Yi juga menyerukan kontribusi nyata dari komunitas internasional dalam upaya rekonstruksi Gaza pasca-konflik.
Solusi Dua Negara sebagai Kunci Perdamaian
Wang Yi menyoroti bahwa akar permasalahan konflik Israel-Palestina terletak pada ketidakseimbangan dalam implementasi solusi dua negara.
China menyerukan agar komunitas internasional lebih memusatkan perhatian pada solusi ini dan memberikan dukungan lebih besar bagi Palestina untuk mencapai kemerdekaan penuh.
"Tanpa perdamaian di Timur Tengah, dunia tidak akan stabil," tegasnya.
Menurutnya, hanya dengan solusi dua negara, Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan dalam damai, serta bangsa Arab dan Yahudi dapat membangun hubungan jangka panjang yang harmonis.