Kikilias juga mengatakan penjaga pantai dan angkatan bersenjata akan tersedia untuk membantu orang-orang rentan yang ingin mengungsi.
Sebelumnya pada hari Rabu, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan nada optimis pada pertemuan para ahli perlindungan sipil.
"Pertama dan terutama, negara memercayai sains dan ilmuwan. Kami telah melakukan ini dalam krisis lainnya," kata perdana menteri.
"Semua rencana telah dilaksanakan. Pasukan telah dikerahkan ke Santorini dan pulau-pulau lainnya, sehingga kami siap menghadapi segala kemungkinan," tegas Mitsotakis.
"Kami akan terus seperti ini dengan harapan besar bahwa keadaan akan membaik dan fenomena ini akan mereda."
Mitsotakis mengakhiri pernyataannya dengan mengimbau penduduk pulau untuk "tetap tenang dan bekerja sama dengan pihak berwenang".
"Saya memahami ketakutan berada di Santorini yang terus berguncang," imbuhnya, seraya menekankan bahwa situasi akan dinilai setiap hari.
Santorini terletak di wilayah yang dikenal sebagai Busur Vulkanik Hellenic - rangkaian pulau yang terbentuk oleh gunung berapi, letusan besar terakhir terjadi pada tahun 1950-an.
Pihak berwenang Yunani mengatakan gempa baru-baru ini terkait dengan pergerakan lempeng tektonik, bukan aktivitas gunung berapi.
Para ilmuwan tidak dapat memperkirakan waktu, ukuran, atau lokasi gempa bumi secara pasti.
Gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di kerak bumi.
Terkadang lempeng-lempeng ini saling mengunci saat bertemu, yang disebut batas lempeng atau garis patahan.
Santorini dan pulau Yunani lainnya berada di dekat garis tersebut.***