internasional

Palestina dan Negara-Negara Arab Tolak Usulan Donald Trump Soal Tinggalkan Gaza

Kamis, 6 Februari 2025 | 15:12 WIB
ratusan ribu warga gaza berjalan kaki menuju kampung halamannya yang hancur digempur Israel (Reuters)

KLIK SAJA - Presiden Palestina mengatakan dia dengan tegas menolak usulan Presiden Donald Trump agar AS mengambil alih Gaza dan memukimkan kembali 2,1 juta warga Palestina yang tinggal di sana.

"Kami tidak akan membiarkan hak-hak rakyat kami... dilanggar," tegas Mahmoud Abbas, sambil memperingatkan bahwa Gaza adalah "bagian integral dari Negara Palestina" dan pemindahan paksa akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Hamas, yang perangnya selama 15 bulan dengan Israel telah menyebabkan kehancuran yang meluas, mengatakan rencana Trump akan "menambah minyak ke dalam api" di wilayah tersebut.

Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Gaza, Israel Kini Jadikan Tepi Barat Sebagai Sasaran Serangan

Gagasan tersebut ditolak oleh negara-negara di kawasan seperti Yordania dan Mesir, serta sekutu utama AS, sementara PBB mengeluarkan peringatan terhadap "segala bentuk pembersihan etnis".

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Gaza adalah bagian integral dari negara Palestina di masa depan, dan dalam sebuah pertemuan di New York, ia mengatakan hak-hak warga Palestina untuk hidup sebagai manusia di tanah mereka sendiri semakin jauh dari jangkauan.

Dunia, katanya, telah "menyaksikan dehumanisasi sistematis dan mengerikan serta diskriminasi terhadap seluruh masyarakat".

Arab Saudi mengatakan Palestina "tidak akan pindah" dari tanah mereka dan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa berdirinya negara Palestina.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan usulan Trump dapat "mengubah sejarah" dan "patut diperhatikan".

Kemudian pada hari Rabu, Gedung Putih berusaha mengklarifikasi usulan Presiden Trump, dengan juru bicara Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa presiden berkomitmen untuk membangun kembali Gaza dan "untuk sementara" merelokasi penduduknya.

Baca Juga: Usulan Trump Merelokasi Warga Palestina Keluar Gaza Langgar Hukum Internasional

Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa pemindahan tersebut akan bersifat permanen.

Dia juga mengatakan presiden belum berkomitmen untuk mengirim pasukan AS ke Gaza.

Komentar Trump muncul dua minggu setelah dimulainya gencatan senjata yang rapuh di Gaza, di mana Hamas telah membebaskan sejumlah sandera Israel yang ditawannya dengan imbalan tahanan Palestina di penjara Israel.

Halaman:

Tags

Terkini