internasional

Keras dan Tegas! Donald Trump Hapus Data Medis Kaum LGBT di AS

Minggu, 2 Februari 2025 | 10:59 WIB
Presiden Donald Trump tegas hapus gender LGBT dalam layanan kesehatan (rollingstone)

KLIK SAJA - Pemerintahan Trump telah menghapus data referensi medis terhadap kesehatan LGBT, dan informasi tentang vaksin tertentu dari situs web federal, termasuk badan kesehatan masyarakat terkemuka.

Langkah ini menyusul memo sebelumnya yang menginstruksikan lembaga-lembaga untuk mengakhiri semua "program yang menggunakan uang pembayar pajak untuk mempromosikan ideologi gender" dan menonaktifkan informasi terkait dari situs web paling lambat awal Februari 2025.

Baca Juga: Pesawat Kecil Jatuh di Tengah Pemukiman Philadelphia, Sebabkan Kebakaran Besar

Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dalam pemerintahan, serta perintah yang mengakui dua jenis kelamin, pria dan wanita.

Program DEI (keberagaman, kesetaraan, dan inklusi) pada pemerintahan sebelumnya bertujuan untuk mendorong partisipasi di tempat kerja oleh orang-orang dari berbagai latar belakang.

Para pendukungnya mengatakan program tersebut mengatasi diskriminasi historis atau yang masih berlangsung serta kurangnya representasi kelompok tertentu, termasuk ras minoritas, tetapi para kritikus berpendapat bahwa program tersebut sendiri dapat bersifat diskriminatif.

Pada hari Sabtu (2/2), badan kesehatan masyarakat terkemuka tampaknya telah menghapus halaman web yang membahas gender, penyakit menular seksual, dan kesehatan LGBT.

Beberapa halaman web untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sekarang hanya menampilkan pesan kesalahan.

Situs web lembaga tersebut memuat pesan spanduk kuning yang berbunyi, "Situs web CDC sedang dimodifikasi untuk mematuhi Perintah Eksekutif Presiden Trump".

Bahkan, halaman web CDC yang sebelumnya memuat data tentang kesehatan remaja, transgender, dan LGBT memuat pesan "halaman tidak ditemukan" pada awal bulan ini.

CDC berfungsi sebagai tempat penyimpanan penting untuk data kesehatan dan penelitian resmi pemerintah.

Baca Juga: Alasan Mengapa Jepang Bisa Mengalami Kekurangan Populasi

Survei Perilaku Risiko Remaja Nasional (YRBS) tampaknya telah menghilang dari halaman utamanya. Studi yang sedang berlangsung tersebut berfokus pada topik-topik seperti gizi, kesehatan mental, aktivitas fisik, dan aktivitas seksual untuk siswa sekolah menengah atas.

Halaman yang diarsipkan menunjukkan bahwa salah satu aspek penelitian mencakup anak-anak yang "merasa bahwa mereka pernah diperlakukan dengan buruk atau tidak adil karena mereka atau orang-orang mengira mereka lesbian, gay, biseksual, transgender, atau mempertanyakan identitas mereka", juga sudah dihilangkan.

Halaman:

Tags

Terkini