internasional

Donald Trump Pertimbangkan Tarif 10 Persen Barang Impor 'Made in China'

Rabu, 22 Januari 2025 | 17:07 WIB
Donald Trump Bersiap perang dagang kembali (AP News)

KLIK SAJA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk mengenakan tarif 10% pada impor barang buatan China paling cepat pada tanggal 1 Februari.

Trump mengatakan diskusi dengan pemerintahannya didasarkan pada fakta bahwa mereka mengirim fentanil ke Meksiko dan Kanada.

Baca Juga: Kontroversial! Donald Trump Perintahkan AS Keluar Dari WHO, Kesehatan Dunia Bakal Terancam

Hal ini menyusul ancaman Trump untuk mengenakan pajak impor sebesar 25% terhadap Meksiko dan Kanada, menuduh mereka mengizinkan migran tanpa dokumen dan narkoba masuk ke AS.

Dalam konferensi pers di Washington pada hari Selasa, Trump juga berjanji akan mengenakan tarif pada Uni Eropa

"China memang pelaku kekerasan, tetapi Uni Eropa sangat, sangat jahat kepada kami," ujar Trump berapi-api.

"Mereka memperlakukan kami dengan sangat, sangat buruk. Jadi mereka akan dikenai tarif. Itulah satu-satunya cara untuk membalas dendam. Itulah satu-satunya cara untuk mendapatkan keadilan." tambahnya.

Tak lama setelah dilantik pada hari Senin (20/1) presiden baru tersebut juga menginstruksikan lembaga-lembaga federal untuk melakukan peninjauan terhadap perjanjian perdagangan yang ada dan mengidentifikasi praktik-praktik tidak adil oleh mitra dagang AS.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi Tiongkok berbicara menentang proteksionisme di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Menanggapi hal itu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Ding Xuexiang, menyerukan solusi "win-win" untuk sengketa perdagangan tanpa menyebut AS.

Di masa kampanye, Trump berjanji akan mengenakan tarif setinggi 60% pada barang-barang China.

Baca Juga: Memalukan! Calon Menhan AS Kabinet Trump Tak Mampu Sebutkan Satu Pun Nama Negara di ASEAN

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah berjanji untuk melawan.

Ottawa sedang mempersiapkan tarif balasan sebagai respons terhadap ancaman tersebut, yang dilaporkan bernilai miliaran dolar.

Halaman:

Tags

Terkini