"Berkat Anda, masa depan peradaban akan terjamin. Berkat Anda, kita akan memiliki kota-kota yang aman, hal-hal mendasar dan kita akan membawa 'Doge' ke Mars," tuturnya sambil menepuk dada.
Lantas, apa peran Elon Musk di era kepemimpinan Donald Trump di AS?
Di sisi lain, apa fakta di balik gaya penghormatan ala Nazi yang ditunjukkan Elon Musk itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Pimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS
Menurut laporan dari AP News, Elon Musk akan menjabat sebagai pemimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS (US Department of Government Efficiency) bersama dengan mantan calon presiden dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy.
Dalam konteks yang berbeda, Donald Trump berpendapat bahwa Elon Musk dan Vivek Ramaswamy dapat membantu mengurangi pengeluaran pemerintah AS yang tidak perlu.
“Bersama-sama, mereka (Elon Musk dan Vivek Ramaswamy) akan membuka jalan bagi pemerintahan saya untuk memangkas regulasi yang berlebihan dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting,” kata Donald Trump saat kampanye Presiden AS 2024 pada 12 November 2024.
Baca Juga: Baru Dilantik, Donald Trump Langsung Genderang Perang Batasi Imigran dan Rebut Terusan Panama
Pada kesempatan yang sama, Elon Musk juga memberikan tanggapannya mengenai posisi barunya.
"Ini akan mengguncang sistem, dan siapa pun yang terlibat dalam pemborosan anggaran pemerintah-yang jumlahnya cukup banyak!" seru Elon Musk.
Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza Hari Pertama: Hamas Bebaskan Sandera, Israel Belum Satupun
"Orang-orang tidak tahu seberapa besar dampaknya," tandasnya.
Selain berpolitik di AS, Elon Musk juga pernah meminta warga luar negeri sekaligus menunjukkan keterlibatannya di dunia politik Eropa.
Minta Warga Jerman Pilih Partai yang Dicurigai Neo Nazi
Dalam kesempatan berbeda, Elon Musk pernah mengadakan live streaming bersama Alce Weidel selaku pemimpin partai Alternative for Germany (AfD) yang dicurigai sebagai Neo Nazi.