internasional

Masih Belum Terima, PM Benjamin Netanyahu Tunda Voting Kesepakatan Gencatan Senjata

Jumat, 17 Januari 2025 | 10:49 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu, tunda voting kesepakatan gencatan senjata (news 18)

KLIK SAJA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menunda pemungutan suara kabinet untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata Gaza, yang dijadwalkan pada hari Kamis (16/1), menuduh Hamas mencari perubahan pada menit-menit terakhir pada perjanjian tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan ada "jalan buntu" yang sedang diatasi dan ia yakin gencatan senjata akan tetap dimulai pada hari Minggu sesuai rencana.

Meskipun negosiator Israel menyetujui kesepakatan tersebut setelah berbulan-bulan berunding, kesepakatan itu tidak dapat dilaksanakan sampai disetujui oleh kabinet keamanan dan pemerintah.

Baca Juga: Sadis! Seorang Pelajar Slovakia Lakukan Serangan Pisau di Sekolah, Tewaskan Guru dan Siswa Lainnya

Penundaan tersebut terjadi setelah serangan Israel di Gaza menyusul pengumuman kesepakatan pada hari Rabu yang menewaskan lebih dari 80 orang, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

Beberapa jam sebelum pertemuan Kamis pagi, Netanyahu menuduh Hamas mencoba "memeras konsesi pada menit terakhir".

Kabinet tidak akan bersidang sampai Hamas menerima "semua elemen perjanjian," demikian pernyataan dari kantornya.

Blinken mengatakan penundaan seperti itu sudah diperkirakan dalam situasi yang "menantang" seperti itu.

Media Israel melaporkan bahwa kabinet diperkirakan akan bertemu pada hari Jumat untuk menyetujui kesepakatan tersebut dan bahwa masalah yang diduga telah terselesaikan, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Baca Juga: Reaksi Beberapa Pemimpin Dunia Tentang Gencatan Senjata Israel-Hamas, Mulai Dari Kanselir Jerman Hingga Sekjen PBB

Mayoritas menteri Israel diperkirakan mendukung kesepakatan itu, tetapi pada Kamis malam Menteri Keamanan Itamar Ben-Gvir mengatakan partai sayap kanannya akan keluar dari pemerintahan Netanyahu jika disetujui.

Namun, ia mengatakan partainya Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) tidak akan berusaha menggulingkan pemerintah jika kesepakatan itu diratifikasi.

Ia mendesak pemimpin partai sayap kanan lainnya di pemerintahan, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dari partai Zionis Religius, untuk bergabung dengannya dalam pengunduran diri.

Kepala delegasi Hamas, Khalil al-Hayya, secara resmi memberi tahu Qatar dan Mesir tentang persetujuannya terhadap semua persyaratan perjanjian.

Halaman:

Tags

Terkini