Posisi TikTok kini berada dalam posisi ujung tanduk pada keberadaannya di AS, dimana pertengahan Januari, secara resmi akan dilarang beroperasi.
Sebagaimana di Indonesia, keberadaan TikTok ternyata sangat vital bagi masyarakatnya.
Selain sebagai media sosial hiburan, TikTok juga sudah banyak membantu para pengusaha AS dan para profesional dalam mengembangkan bisnisnya.
Sehingga cukup banyak gelombang protes yang digelar beberapa kelompok masyarakat disana agar TikTok tidak dilarang beroperasi.
Bahkan pada pemilu presiden AS lalu, baik Donald Trump maupun Kamala Harris benar-benar memaksimalkan penggunaan platform sosial media TikTok sebagai alat kampanye yang ampuh.***