KLIK SAJA - Hampir 1.000 pria dan wanita narapidana telah bergabung di garis depan dalam pertempuran melawan kebakaran hutan yang memecahkan rekor di California selatan.
Aksi kontroversial ini adalah bagian dari program sukarelawan jangka panjang yang dipimpin oleh Departemen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California (CDCR) dan pihak Kesatuan Pemadam Kebakaran Los Angeles.
Jumlah mereka terus meningkat sejak Selasa (7/1), hari ketika kebakaran mematikan mulai menyebar tak terkendali di Los Angeles.
Baca Juga: Ancaman Baru Pasca Kebakaran Los Angeles: Penjarahan dan Kurangnya Pasokan Air
Pihak berwajib ‘terpaksa’ mengerahkan para narapidana tersebut, karena memang kekurangan tenaga dalam mengatasi kebakaran yang tak terkendali tersebut.
Walau sebenarnya dari warga setempat banyak yang menentang, namun faktanya kontribusi para relawan narapidana sangat signifikan.
Lebih dari 10.000 bangunan hancur dan 37.000 hektar terbakar, saat ribuan pekerja darurat narapidana turun ke wilayah Los Angeles untuk memadamkan api.
Para pejabat mengatakan, sedikitnya 11 orang tewas dalam kebakaran hutan.
Para petugas pemadam kebakaran narapidan telah direkrut dari 35 kamp pemadam kebakaran konservasi yang dikelola oleh negara, fasilitas dengan keamanan minimum tempat para narapidana menjalani hukuman dan menerima pelatihan.
Dua dari kamp tersebut diperuntukkan bagi narapidana wanita.
Di lapangan, mereka dapat dilihat masih mengenakan pakaian khas tahanan warna oranye penjara yang dipadukan dengan anggota Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California (Cal Fire).
Petugas pemadam kebakaran narapidana bahkan dikenal sebagai relawan sangat tangguh sepanjang waktu untuk memotong jalur api untuk memperlambat penyebaran api.
Walau mereka mendapat upah yang tak terlalu besar, namun kinerjanya tak kalah dengan petugas pemadam kebakaran resmi.