Hamas dan staf medis membantah bahwa rumah sakit tersebut telah digunakan oleh kelompok bersenjata.
Laporan itu juga mengatakan bahwa dampak operasi militer Israel di dalam dan sekitar rumah sakit telah meluas jauh melampaui bangunan fisik.
Dilaporkan banyak warga dengan cedera trauma tidak dapat menerima perawatan yang tepat waktu dan mungkin dapat menyelamatkan nyawa, dengan mencatat bahwa kementerian kesehatan Gaza telah melaporkan penurunan 80% dalam jumlah tempat tidur rumah sakit dan tewasnya lebih dari 500 profesional medis pada akhir Juni.
PBB menyerukan agar investigasi independen dilakukan terhadap insiden yang didokumentasikan dalam laporan tersebut.
Serta mengatakan hal ini juga harus menjadi prioritas bagi Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk memastikan dan memfasilitasi akses terhadap layanan kesehatan yang memadai bagi penduduk Palestina.***