internasional

Putin Minta Maaf Pesawat Azerbaijan Airlines ditembak Rudal Pertahanan Rusia

Minggu, 29 Desember 2024 | 07:32 WIB
Bagian belakang pesawat Azerbaijan Airlines yang jatuh (Fox News)

KLIK SAJA - Presiden Rusia Vladimir Putin resmi telah meminta maaf kepada presiden negara tetangga Azerbaijan atas jatuhnya pesawat komersil di wilayah udara Rusia (28/12), yang menewaskan 38 orang, namun tidak mengatakan Rusia bertanggung jawab.

Pada komentar pertamanya mengenai kecelakaan pada Hari Natal, Putin mengatakan "insiden tragis" itu terjadi ketika sistem pertahanan udara Rusia sedang menangkis pesawat tak berawak Ukraina.

Pesawat itu diyakini mendapat tembakan dari pertahanan udara Rusia saat mencoba mendarat di wilayah Chechnya, Rusia, sehingga terpaksa mengalihkan penerbangannya melintasi Laut Kaspia.

Baca Juga: Trump Mulai Mesra dengan China, Menentang Pelarangan TikTok di AS

Jet Azerbaijan Airlines kemudian mendarat darurat di dekat Aktau di Kazakhstan, menewaskan 38 dari 67 penumpangnya.

Sebagian besar penumpang dalam penerbangan itu berasal dari Azerbaijan, sementara yang lainnya berasal dari Rusia, Kazakhstan, dan Kirgistan.

Diperkirakan sebagian besar korban selamat duduk di bagian belakang pesawat.

Penerbangan J2-8243 sedang dalam perjalanan dari ibu kota Azerbaijan, Baku, ke ibu kota Chechnya, Grozny, pada tanggal 25 Desember ketika diserang dan terpaksa dialihkan.

Kremlin merilis pernyataan pada hari Sabtu, Putin telah berbicara dengan presiden Azerbaijan Ilham Aliyev melalui telepon.

Vladimir Putin meminta maaf karena insiden tragis itu terjadi di wilayah udara Rusia dan sekali lagi menyampaikan belasungkawa yang dalam dan tulus kepada keluarga korban serta mendoakan agar yang terluka segera pulih.

Baca Juga: China Akan Bangun Bendungan PLTA Terbesar Sedunia di Tibet

Putin juga mengakui pesawat tersebut telah berulang kali mencoba mendarat di bandara Grozny di Chechnya.

Pernyataan Kremlin tidak membuat pengakuan langsung bahwa pesawat itu telah diserang oleh rudal Rusia.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis tak lama setelah pernyataan Kremlin, Presiden Ukraina Zelensky mengatakan kerusakan pada badan pesawat itu "sangat mengingatkan pada serangan rudal pertahanan udara", dan menambahkan bahwa Rusia "harus memberikan penjelasan yang jelas".

Halaman:

Tags

Terkini