internasional

Mantan PM India, Manmohan Singh Meninggal Dunia, Sang Arsitek Reformasi Ekonomi Vrindavan

Jumat, 27 Desember 2024 | 01:43 WIB
Potret Manmohan Singh, sang arsitek ekonomi India (AP News)

Pengangkatannya yang tak terduga ini merupakan puncak dari kariernya yang panjang dan gemilang sebagai akademisi dan pegawai negeri - ia menjabat sebagai penasihat ekonomi pemerintah, dan menjadi gubernur bank sentral India.

Dalam pidato perdananya sebagai menteri keuangan, ia mengutip pernyataan Victor Hugo yang terkenal, yang mengatakan bahwa "tidak ada kekuatan di Bumi yang dapat menghentikan sebuah ide yang waktunya telah tiba".

Itu menjadi landasan peluncuran bagi program reformasi ekonomi yang ambisius dan belum pernah terjadi sebelumnya: ia memotong pajak, mendevaluasi rupee, memprivatisasi perusahaan milik negara dan mendorong investasi asing.

Baca Juga: Sulitnya Berjalan Kaki di Kota-Kota India, Mirip-Mirip Seperti Indonesia

Perekonomian bangkit, industri bergairah, inflasi terkendali dan angka pertumbuhan tetap tinggi secara konsisten pada tahun 1990-an.

Manmohan Singh adalah seorang pria yang sangat menyadari kurangnya basis politiknya. "Menjadi seorang negarawan itu menyenangkan, tetapi untuk menjadi negarawan dalam demokrasi, Anda harus terlebih dahulu memenangkan pemilu," katanya suatu kali.

Ketika ia mencoba memenangkan pemilihan umum di majelis rendah India pada tahun 1999, ia dikalahkan.

Ia malah duduk di majelis tinggi, yang dipilih oleh partai Kongresnya sendiri.

Manmohan Singh sering dianggap bayang-bayang dari politisi Sonia Gandhi (AFP)

Hal yang sama terjadi pada tahun 2004, ketika Singh pertama kali diangkat menjadi perdana menteri setelah presiden Kongres Sonia Gandhi menolak jabatan tersebut, tampaknya untuk melindungi partai dari serangan yang merusak atas asal-usul Sonia yang berasal dari Italia.

Namun, para kritikus menuduh bahwa Sonia Gandhi adalah sumber kekuasaan yang sebenarnya saat Singh menjadi perdana menteri, dan bahwa ia tidak pernah benar-benar memegang kendali.

Kemenangan terbesar selama lima tahun masa jabatan pertamanya adalah membawa India keluar dari isolasi nuklir dengan menandatangani kesepakatan penting yang menjamin akses ke teknologi nuklir Amerika.

Meskipun ia dihormati karena integritas dan kecerdasannya, ia juga dikenal sebagai orang yang lemah dan tidak tegas.

Beberapa kritikus mengklaim bahwa laju reformasi melambat dan ia gagal mencapai momentum yang sama seperti saat menjabat sebagai menteri keuangan.

Namun, kilaunya segera memudar dan masa jabatan keduanya menjadi berita sebagian besar karena alasan yang salah: beberapa skandal yang melibatkan menteri kabinetnya yang diduga merugikan negara miliaran dolar, parlemen yang dihambat oleh oposisi, dan kelumpuhan kebijakan besar yang mengakibatkan kemerosotan ekonomi yang serius.

Halaman:

Tags

Terkini