internasional

Harapan Umat Kristen Palestina pada Natal Kelabu Imbas Agresi Israel

Kamis, 26 Desember 2024 | 05:25 WIB
Seorang Pendeta Kristen Palestina di dekat diorama kelahiran bayi Yesus di tengah puing-piung (Reuters)

 Serangan pada 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang warga Israel dan beberapa warga asing dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera.

Ketegangan meningkat di Tepi Barat seiring dengan perang.

Israel telah memberlakukan pembatasan baru terhadap pergerakan warga Palestina dan membatalkan puluhan ribu izin bagi pekerja yang biasa menyeberang ke Yerusalem atau permukiman Yahudi setiap hari.

Perekonomian sedang dalam kesulitan terutama di Bethlehem, yang sangat bergantung pada pariwisata yang hampir sepenuhnya terhenti.

Baca Juga: Israel Resmi Akan Menguasai Penuh Dataran Tinggi Golan, Walau Langgar Hukum Internasional

Banyak pemandu wisata Betlehem yang menganggur dan toko-toko souvenir sepi pengunjung.

Banyak keluarga Kristen dan Muslim setempat yang beremigrasi tahun lalu.

Dengan ancaman kekerasan dan perluasan pemukiman yang terus-menerus di tanah tempat warga Palestina telah lama menginginkan negara merdeka, ada peningkatan ketakutan dan ketidakpastian atas masa depan.

Namun di tengah kekacauan, sebuah kelompok masyarakat di Bethlehem baik yang beragama Kristen dan Islam tetap membuat suasana Natal penuh dengan kasih sayang.

Dimana mereka mengemas paket makanan untuk mereka yang membutuhkan.

Tidak ada bantuan pemerintah di sini, dan para relawan telah mengumpulkan sumbangan termasuk dari mereka yang berada di luar negeri.

Umat Islam dan Kristen di Tepi Barat terkenal sangat erat hubungannya dan tetap menjalin silaturahmi, walau saat ini dalam kondisi yang kacau akibat agresi Israel.***

Halaman:

Tags

Terkini