internasional

Harapan Umat Kristen Palestina pada Natal Kelabu Imbas Agresi Israel

Kamis, 26 Desember 2024 | 05:25 WIB
Seorang Pendeta Kristen Palestina di dekat diorama kelahiran bayi Yesus di tengah puing-piung (Reuters)

KLIK SAJA - Kota kecil Betlehem di Tepi Barat yang diduduki punya alasan kuat untuk menganggap dirinya sebagai ibu kota perayaan Natal, tetapi tahun ini tidak terasa demikian.

Pengunjung sangat sedikit pada hari-hari puncak kunjungan.

Tidak ada lagi hiasan jalan yang ceria seperti biasanya atau pohon Natal raksasa di depan Gereja Nativity, yang dibangun di atas tempat yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus.

Perayaan Natal di tempat umum pun telah dibatalkan untuk tahun kedua karena perang di Gaza.

Baca Juga: Human Rights Watch Tuduh Israel Lakukan Genosida Karena Putus Aliran Air di Gaza

Umat Kristen Palestina pun hanya menghadiri upacara keagamaan dan acara kumpul keluarga.

Dilansir dari BBC bahkan diorama adegan kelahiran Yesus memperlihatkan bayi Yesus terbaring di tumpukan puing pada gereja Nativity, seolah menggambarkan kondisi Palestina saat ini.

"Sulit untuk percaya bahwa Natal telah tiba dan genosida belum berhenti," kata Isaac, sang pendeta Kristen Lutheran di Palestina dalam khotbahnya yang bernada keras.

Israel dengan tegas membantah tuduhan genosida di Gaza dan hakim di pengadilan tinggi PBB belum memutuskan dalam kasus dugaan genosida, yang diajukan oleh Afrika Selatan.

Banyak umat Kristen Betlehem merasa putus asa dan mempertanyakan apa yang mereka lihat sebagai kegagalan komunitas Kristen lain di seluruh dunia untuk bersuara.

Baca Juga: Habis Sudah! Satu-satunya Dokter Bedah Tulang di Gaza Utara Tewas Ditembak Israel

Hubungan dekat antara anggota komunitas Kristen Palestina yang kecil berarti banyak penduduk setempat memiliki keluarga dan teman di Gaza.

Di Gaza, lebih dari 45.000 orang tewas dalam perang yang dilancarkan sebagai respons terhadap serangan Hamas di Israel selatan.

Angka-angka tersebut berasal dari kementerian kesehatan yang dikelola Hamas tetapi dianggap dapat diandalkan oleh PBB dan pihak lain.

Halaman:

Tags

Terkini