internasional

Israel Resmi Akan Menguasai Penuh Dataran Tinggi Golan, Walau Langgar Hukum Internasional

Senin, 16 Desember 2024 | 19:22 WIB
Peta Dataran Tinggi Golan (BBC)

KLIK SAJA - Pemerintah Israel telah secara resemi menyetujui rencana untuk mendorong perluasan pemukiman di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan langkah itu diperlukan karena "front baru" telah terbuka di perbatasan Israel dengan Suriah setelah jatuhnya rezim Assad ke tangan aliansi pemberontak yang dipimpin kaum Islamis.

Netanyahu mengatakan dia ingin menggandakan populasi Dataran Tinggi Golan, yang direbut Israel selama Perang Enam Hari 1967 dan dianggap diduduki secara ilegal berdasarkan hukum internasional.

Baca Juga: Habis Sudah! Satu-satunya Dokter Bedah Tulang di Gaza Utara Tewas Ditembak Israel

Pasukan Israel bergerak ke zona penyangga yang memisahkan Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada hari-hari setelah kepergian Assad, dengan mengatakan perubahan kendali di Damaskus berarti pengaturan gencatan senjata telah "runtuh".

Meskipun ada tindakan tersebut, Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (15/12) malam bahwa Israel "tidak berminat pada konflik dengan Suriah".

"Kami akan menentukan kebijakan Israel terkait Suriah berdasarkan kenyataan di lapangan," katanya.

Ada lebih dari 30 permukiman Israel di Dataran Tinggi Golan, yang merupakan rumah bagi sekitar 20.000 orang.

Permukiman-permukiman tersebut dianggap ilegal menurut hukum internasional, namun hal tersebut dibantah Israel.

Para pemukim tinggal bersama sekitar 20.000 warga Suriah, sebagian besar dari mereka adalah warga Arab Druze yang tidak melarikan diri ketika wilayah itu berada di bawah kendali Israel.

Netanyahu mengatakan Israel akan terus mempertahankan wilayah itu serta membuatnya makmur dan membangunnya.

Baca Juga: Israel Telah Membantai Ratusan Jurnalis Selama Perang Gaza Berlangsung

Namun, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan dia tidak "melihat alasan apa pun" bagi negaranya untuk memperluas wilayah ke Dataran Tinggi Golan.

Pengumuman Netanyahu muncul sehari setelah pemimpin de-facto baru Suriah Ahmed al-Sharaa mengkritik Israel atas serangan berkelanjutan terhadap target militer di negara itu, yang dilaporkan menargetkan fasilitas militer.

Halaman:

Tags

Terkini