Captagon memicu epidemi penyalahgunaan narkoba di negara-negara Teluk yang kaya, mengancam kedamaian sosial.
Soda kaustik di gudang tersebut, di pinggiran kota Damaskus, dipasok dari Arab Saudi, menurut label pada karung tersebut.
Stok Captagon pada gudang itu sangat besar, namun barang haram ini masih juga ditemukan di fasilitas militer yang terkait dengan unit-unit di bawah komando Maher Assad.
HTS mengklaim telah membentuk pemerintahan transisi untuk menggantikan pemerintahan yang runtuh.
Mereka pun betujar tidak ingin merugikan negara-negara tetangganya dengan mengekspor obat-obatan terlarang sebuah perdagangan yang bernilai miliaran dolar.
HTS pun berjanji akan menghancurkan semua stok Captagon dan obat terlarang lainnya yang selama ini disembunyikan rezim Assad.
Begitu pula fasilitas pabrik dan gudang-gudang penyedia barang haram ini, sedianya akan dihancurkan untuk memutus mata rantai ekspor barang narkotika di Timur Tengah yang selama ini terpusat di negara Suriah.***