Ditemukan pesan dari pelaku pembunuhan adalah kata-kata "menolak", "mempertahankan", dan "menjatuhkan" yang tertulis pada selongsong peluru.
Menurut para analis, kata-kata tersebut sudah tampak jelas bentuk kemarahan sang pelaku terhadap layanan kesehatan.
Dilansir dari BBC, seorang pakar keamanan berujar bahwa tingkat frustrasi para pasien sudah cukup tinggi terhadap layanan kesehatan berujung pada ancaman terhadap para pemimpin perusahaan asuransi.
Penelitian Commonwealth Fund baru-baru ini menemukan bahwa 45% orang dewasa usia kerja yang diasuransikan dikenai biaya untuk sesuatu yang menurut mereka seharusnya gratis atau ditanggung oleh asuransi, dan kurang dari setengah dari mereka yang melaporkan dugaan kesalahan penagihan mengajukan keberatan.
Kemudian 17% responden mengatakan bahwa perusahaan asuransi mereka menolak menanggung biaya perawatan yang direkomendasikan oleh dokter mereka.
Sistem kesehatan AS tidak hanya rumit, tetapi juga mahal, dan biayanya yang besar sering kali dibebankan langsung kepada individu.***