Namun Kepala staf membantah hal tersebut.
Tuduhan ini jelas sangat mengancam jabatan politik Benjamin Netanyahu, karena ia dianggap tidak tanggap dalam menghadapi serangan Hamas secara cepat.
Tentunya hal ini akan menurunkan citranya di mata publik Israel.
Serangan 7 Oktober merupakan kegagalan militer dan intelijen terbesar dalam sejarah Israel.
Baca Juga: PBB: Gaza Diambang Kelaparan Hebat Akibat Blokade Bantuan Kemanusiaan Oleh Israel
Beberapa pejabat militer senior telah mengundurkan diri karena serangan tersebut.
Netanyahu secara konsisten tetap membantah adanya kegagalan pribadi.
Namun, para kritikus di dalam negeri meyakini bahwa perdana menterilah yang pada akhirnya bertanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan paling mematikan di negara itu sejak berdirinya Negara Israel pada tahun 1948.
Berbagai investigasi sedang dilakukan terkait kegagalan militer dan intelijen dalam mengantisipasi serangan Hamas.
Netanyahu telah menepis klaim bahwa ia mengulur-ulur tuntutan untuk penyelidikan skala penuh.
Skandal potensial ini masih dalam tahap awal, tetapi dapat terus melemahkan posisi Perdana Menteri.
Pada saat bersamaan, Netanyahu tengah menjalani persidangan atas tuduhan korupsi.
Ia akan bersaksi dalam persidangan itu bulan depan, setelah gagal membatalkan kasusnya, karena yakin bahwa itu adalah perburuan politik.***