internasional

PBB: Hampir 70 Persen Korban Tewas Konflik di Gaza Adalah Perempuan dan Anak-Anak

Sabtu, 9 November 2024 | 17:22 WIB
Perang di Gaza, akibatkan banyak korban dari perempuan dan anak-anak (Reuters)

KLIK SAJA - Kantor Hak Asasi Manusia PBB  mengecam tingginya jumlah warga sipil yang terbunuh dalam perang di Gaza, dengan mengatakan analisisnya menunjukkan hampir 70% korban selama periode enam bulan adalah sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.

Badan tersebut mengatakan angka yang tinggi tersebut sebagian besar disebabkan oleh penggunaan senjata oleh Israel dengan efek area yang luas di daerah yang berpenduduk padat

Laporan itu menyatakan bahwa laporan tersebut menemukan pelanggaran hukum internasional pada tingkat yang "belum pernah terjadi sebelumnya", sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang "kejahatan perang dan kemungkinan kejahatan kekejaman lainnya".

Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Gaza Mengalami Amputasi Cacat Tubuh Akibat Agresi Israel

Israel di masa lalu mengatakan pihaknya menargetkan Hamas dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko bagi warga sipil dengan menggunakan amunisi presisi.

Badan PBB itu mengatakan telah memverifikasi rincian 8.119 orang yang tewas di Gaza dari November 2023 hingga April 2024.

Analisisnya menemukan sekitar 44% korban yang terverifikasi adalah anak-anak dan 26% adalah perempuan.

Hal yang paling membuat miris adalah usia yang paling banyak terwakili di antara korban tewas adalah anak-anak berusia lima hingga sembilan tahun.

Sekitar 80% korban tewas di bangunan tempat tinggal atau perumahan serupa, tambah badan tersebut.

Laporan itu mengatakan data tersebut menunjukkan "ketidakpedulian yang nyata terhadap kematian warga sipil dan dampak dari sarana dan metode peperangan".

Baca Juga: Ratusan Warga Gaza yang Terluka dan Sakit Dievakuasi ke Uni Emirat Arab Untuk Berobat

Kementerian kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, telah melaporkan jumlah korban tewas lebih dari 43.300 orang selama 13 bulan terakhir.

Namun masih banyak lagi jasad yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang dibombardir.

Kementerian Kesehatan mengatakan pihaknya memperoleh data demografi lengkap untuk mayoritas korban tewas dan melaporkan bahwa anak-anak menyumbang sepertiga dari jumlah tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini