internasional

Puluhan Ribu Warga Gaza Mengalami Amputasi Cacat Tubuh Akibat Agresi Israel

Sabtu, 9 November 2024 | 14:14 WIB
Seorang pemuda Gaza yang kehilangan tangannya akibat serangan bom Israel (BBC)

KLIK SAJA - Berdiri di antara dua jeruji yang didirikan di sebuah klinik keliling di Rafah, Gaza selatan, Rizeq Tafish berkonsentrasi saat ia mengambil langkah tentatif pertamanya dalam empat bulan.

Disclaimer : Artikel mengandung gambar grafis korban cacat amputasi

"Perasaan saya sebelumnya adalah kesedihan dan keputusasaan. Sekarang saya merasa bahagia dan bebas," katanya sambil tersenyum setelahnya.

Rizeq adalah salah satu dari ribuan warga Palestina yang terluka yang akan menerima anggota tubuh palsu baru dari dokter Yordania yang menggunakan teknologi canggih Inggris.

Mengungsi ke Rafah, ia terluka oleh tembakan tank Israel saat meninggalkan salat Jumat pada bulan Juni.

Dengan kakinya yang diamputasi, pandai besi itu tidak dapat lagi bekerja dan merasa putus asa.

“Saya kehilangan seluruh hidup saya: pekerjaan dan harapan saya,” kata Rizeq. “Tidak ada yang merawat istri dan bayi saya. Saya bahkan butuh bantuan untuk menggunakan toilet.”

Rizeq Tafizh, warga Gaza yang sedang menjalani pemasangan prostetiik kaki palsu (BBC)

Kerugian manusia akibat perang yang dilakukan Israel selama setahun di Gaza tidak hanya diukur dari nyawa yang hilang, tetapi juga dari kehidupan yang berubah selamanya.

Dilansir dari BBC, setelah menganalisis data medis darurat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB memperkirakan sedikitnya 94.000 orang terluka.

Lebih dari 24.000 orang, dimana satu dari setiap 100 warga Gaza mengalami cedera yang mengubah hidupnya.

Baca Juga: Israel Larang UNRWA Beroperasi di Gaza, Derita Warga Palestina Kian Bertambah

Cedera tersebut meliputi luka bakar serius, trauma pada kepala dan tulang belakang, serta amputasi anggota tubuh.

Pada saat yang sama, hampir mustahil untuk meninggalkan Gaza untuk mendapatkan perawatan medis sementara hanya 16 dari 36 rumah sakit yang berfungsi.

Halaman:

Tags

Terkini