Badan kemanusiaan ini menolong sekitar 700.000 warga Palestina yang telah melarikan diri atau dipaksa meninggalkan rumah mereka.
Tujuh dekade kemudian, dengan terdaftarnya keturunan pengungsi asli, jumlah warga Palestina yang didukung oleh UNRWA telah tumbuh menjadi enam juta di Gaza, Tepi Barat (termasuk Yerusalem Timur), Lebanon, Yordania, dan Suriah.
Ini membantu mereka dengan bantuan, asistensi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Itu artinya telah banyak warga Palestina yang turun temurun menggantungkan hidupnya pada bantuan UNRWA seumur hidupnya.
Baca Juga: MER-C Berangkatkan Tim Relawan Medis EMT ke-6 Ke Jalur Gaza, Walau Israel Masih Menggempur Palestina
Bantuan-bantuan kemanusiaan dari negara lainnya seperti Indonesia juga pasti berkoordinasi dengan UNRWA, maka dengan perihal ini, tentunya makin menyulitkan untuk mengirimkan pasokan alat medis dan makanan ke Gaza.
Israel telah lama mengeluh bahwa keberadaan UNRWA melanggengkan masalah pengungsi Palestina, isu inti dalam konflik Israel-Palestina.
Pejabat PBB berpendapat bahwa ini hanya dapat diselesaikan sebagai bagian dari penyelesaian politik yang dinegosiasikan.
Tercatat di Gaza, dimana tempat sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya terdaftar sebagai pengungsi.
Dilarangnya UNRWA beroperasi di Gaza, tentunya mengancam kehidupan mereka nantinya, diperlukan persatuan warga dunia untuk mengecam tindakan Israel, agar krisis kemanusiaan di Palestina segera berakhir.***