internasional

Trump Menang Pilpres AS, Genderang Perang Dagang Dimulai

Kamis, 7 November 2024 | 09:55 WIB
Ilustrasi Perang Dagang yang dilancarkan Trump (Investopedia)

KLIK SAJA - Donald Trump berjanji dalam kampanyenya bahwa ia akan mengenakan pajak atas semua barang yang diimpor ke AS jika ia kembali menduduki Gedung Putih.

Setelah kemenangannya, tentunya para pebisnis dan ekonom di seluruh dunia berusaha keras untuk mengetahui seberapa seriusnya dalam menetapkan tarif pajak.

Pada masa kepresidenannya yang lalu, Trump telah menargetkan tarif pada negara-negara tertentu seperti China atau industri tertentu, yang memicu perang dagang pada masa itu.

Baca Juga: Donald Trump is Come Back! Berhasil Ungguli Kamala Harris dalam Electoral College Pilpres AS

Isu tersebut adalah salah satu yang mengalahkannya pada saat bersaing dengan Joe Biden.

Trump berjanji akan mengenakan pajak sebesar 10% hingga 20% pada semua barang asing , tentunya hal ini dapat memengaruhi harga komoditi di seluruh dunia.

Pada kampanyenya ia tampak menyoroti pasar otomotif Eropa.

Imbasnya Saham BMW, Mercedes, dan Volkswagen semuanya turun antara 5% dan 7% setelah Trump dipastikan menang dalam pilpres AS.

AS sendiri merupakan pasar ekspor terbesar bagi produsen mobil Jerman.

Selama kampanyenya, Trump mengatakan tarif adalah jawaban untuk berbagai masalah, termasuk menahan gempuran ekonomi China dan mencegah imigrasi ilegal yang masuk ke AS.

"Tarif adalah dunia yang paling indah dalam kamus," ungkap Trump.

Meskipun sebagian besar retorika dan tindakan ini ditujukan ke pasar China, namun hal itu tidak berakhir di sana.

Beberapa yurisdiksi seperti Uni Eropa saat ini tengah menyusun daftar tindakan pembalasan pre-emptive terhadap AS, setelah para menteri tidak menanggapi secara serius ancaman tarif Trump sebelumnya, yang kemudian ia kenakan.

Pada masa kepresidenan Trump sebelumnya, Uni Eropa bahkan berani melawan perang tarif yang dilancarkan AS.

Halaman:

Tags

Terkini