internasional

Israel Gempur Habis-Habisan Lebanon, Hingga ke Ibukota Beirut, Hizbullah Balas Dengan Serangan Roket

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 05:30 WIB
Peta titik serangan Israel ke Lebanon dan ibukota Beirut (BBC)

KLIK SAJA - Kampanye pengeboman intensif Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih banyak kerusakan pada bangunan dalam dua minggu daripada yang terjadi selama setahun pertempuran lintas perbatasan dengan Hizbullah.

Dilansir dari BBC, data menunjukkan bahwa lebih dari 3.600 bangunan di Lebanon tampaknya telah rusak atau hancur antara tanggal 2 dan 14 Oktober 2024.

Permusuhan lintas perbatasan antara Israel dan Hizbullah pecah setelah kelompok bersenjata Lebanon itu mulai menembakkan roket di dan sekitar Israel utara untuk mendukung Palestina pada 8 Oktober 2023, sehari setelah sekutunya Hamas melakukan serangan mematikan di Israel selatan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dukung Penuh Kemerdekaan Palestina, Siap Bangun Rumah Sakit Tentara Untuk Korban Konflik

Israel menginvasi Lebanon selatan dalam eskalasi dramatis pada 30 September untuk menghancurkan senjata dan infrastruktur Hizbullah dalam “serangan terbatas, lokal, dan tertarget”.

Foto satelit, citra radar, dan catatan militer menunjukkan pemboman Israel baru-baru ini di Lebanon difokuskan pada wilayah perbatasan selatan.

Pengeboman juga meluas ke wilayah tengah dan utara, termasuk Lembah Bekaa dan pinggiran selatan Beirut.

Tentara Israel mengatakan mereka menyerang ribuan target Hizbullah di seluruh Lebanon, termasuk ibu kotanya, Beirut.

Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Digempur Israel, Relawan Mer-C Dievakuasi ke Gaza Tengah

Sebagian besar serangan di Beirut menargetkan Dahieh, daerah pinggiran selatan yang dihuni ribuan warga sipil. Militer Israel mengklaim daerah itu merupakan markas komando Hizbullah.

Serangkaian serangan Israel terhadap bangunan-bangunan di daerah tersebut menewaskan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah pada tanggal 27 September.

Data terpisah dari Armed Conflict Location and Event Data Project (Acled) yang berbasis di AS, yang telah dianalisis oleh BBC, menunjukkan sedikitnya 2.700 serangan oleh militer Israel di wilayah Lebanon sejak 1 September hingga 11 Oktober 2024.

Meskipun serangan ini terutama difokuskan pada wilayah perbatasan selatan, serangan ini juga telah meluas ke wilayah utara dan tengah.

Setiap serangan Israel juga dapat mencakup beberapa pengeboman.

Halaman:

Tags

Terkini