internasional

Menlu Sugiono Sampaikan Keinginan Indonesia Gabung BRICS, Sebagai Bentuk Dukungan untuk Memajukan Kepentingan Negara Berkembang

Jumat, 25 Oktober 2024 | 19:05 WIB
Para Delegasi Pimpinan Negara dalam BRICS 2024 (Kemenlu)

“Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum.”lanjutnya.

“Kita juga melihat prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih, antara lain terkait ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan ataupun pemajuan sumber daya manusia,“ imbuh Menlu RI.

Melalui BRICS, Indonesia ingin mengangkat kepentingan bersama negara-negara berkembang atau Global South.

"Kita lihat BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South," lanjut Menlu.

"Namun kita juga melanjutkan keterlibatan atau engagement kita di forum-forum lain, sekaligus juga terus melanjutkan diskusi dengan negara maju." tambahnya.


Contoh konkrit keberlanjutan ini, antara lain, "Bulan depan Bapak Presiden akan ikuti KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, sementara saya juga diundang menghadiri pertemuan Tingkat Menlu kelompok negara maju G7 expanded session di Fiuggi, Italia, " kata Menlu RI.

Hal ini memberikan contoh nyata tentang peran penting Indonesia sebagai bridge builder atau jembatan antara negara berkembang dan negara maju.

Baca Juga: Viralll, Beredar Video Warga Palestina di Gaza Shalat Tanpa Penerangan

Menlu Sugiono juga memanfaatkan kesempatan di Kazan untuk melakukan berbagai pertemuan bilateral utamanya dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov sebagai tuan rumah, dan negara mitra sahabat lain, yakni Sekjen PLO Palestina, Menlu RRT, India, Thailand, Menteri Ekonomi Malaysia dan Presiden New Development Bank.

Di samping itu, Menlu RI melakukan pembicaraan perkenalan via telepon dengan Menlu Singapura dan Kamboja.

BRICS adalah kelompok informal yang semula beranggotakan Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan.

Kelompok ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2006 untuk membahas isu-isu terkini global.

Keanggotaannya kemudian diperluas pada tahun 2023 dengan bergabungnya Ethiopia, Iran, Mesir, dan Persatuan Emirat Arab.

Halaman:

Tags

Terkini