KLIK SAJA - Gaza Utara kembali berkecamuk dimana pemerintah Israel kembali menyerang wilayah tersebut sejak 7 Oktober 2024 .
Tak tanggung-tanggung tiga fasilitas Kesehatan Utama yaitu RS Indonesia, RS Al-Awda dan RS Kamal Adwan juga menjadi sasaran yang direncanakan.
Dilansir dari laman web Mer-C, Angkatan militer Israel, IDF secara sistematis telah melakukan pengepungan selama 15 hari (sejak 4 Oktober 2024) di sekitar di RS Indonesia.
Hal tersebut mengakibatkan semua pasokan bahan bakar, logistik medis, dan logistik dasar terhenti, menimbulkan kelaparan bagi staf dan pasien yang berlindung di dalam rumah sakit, hingga menyebabkan dua pasien telah syahid.
Dikabarkan angkatan militer Israel, IDF telah melakukan serangan militer ke dalam RS Indonesia pada tanggal 19 Oktober 2024, tanpa alasan yang jelas, setelah 15 hari memutus jalur logistik, merusak fasilitas kemanusiaan ini dengan dampak yang belum bisa dihitung.
Relawan medis MER-C dari Indonesia telah bertugas selama 2 bulan terakhir di dalam RS Indonesia untuk melakukan pertolongan medis khususnya kasus trauma kepada masyarakat terusir di Gaza Utara.
Namun kini, semua relawan MER-C di Gaza utara telah dievakuasi ke Gaza Tengah, padahal selama ini Rumah Sakit Indonesia digunakan untuk kerja-kerja kemanusiaan medis.
Sebagai informasi Rumah Sakit Indonesia diinisiasi oleh MER-C tahun 2009, mulai dibangun 2011, didanai dari kumpulan donasi masyarakat Indonesia yang mendukung semangat "bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan".
Baca Juga: Iran Buka Suara Usai Israel Umumkan Kematian Yahya Sinwar
Serah terima ke pemerintah Palestina dilakukan tahun 2016.
Rumah Sakit Indonesia bahkan telah menjadi fasilitas kesehatan utama di Gaza Utara, dan simbol harapan masyarakat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan.
Pengembangan pelayanan terus dilakukan MER-C sampai pecah pembantaian penyerangan dalam Jalur Gaza oleh tentara IDF tahun 2023.