Internasional, Klik Saja - Ahli bisnis ventura terkemuka di Silicon Valley yakni Tim Draper, memprediksi bahwa El Salvador menjadi negara dengan aset terkaya.
Diketahui langkah yang diambil El Salvador yang telah mengadopsi bitcoin sejak 2021.
Dalam beberapa pengamatan negara tersebut memiliki potensi untuk menjadi negara terkaya di dunia dalam waktu 30 hingga 40 tahun ke depan.
Walaupun saat ini harga dari Bitcoin mengalami penurunan harga yang dapat dikatakan stabil dari pasarnya.
Lantas hal ini, Draper yang merupakan seorang investor terkenal di dunia modal ventura, menyatakan bahwa pengadopsian bitcoin oleh El Salvador memiliki dampak signifikan.
Baca Juga: Lebaran Idul Fitri Tetap Layani KUR BNI 2024 Bisa Diajukan Lewat Online, Ini Syarat Utamanya
Ditambahkannya dampak signifikan dari negara El Salvador atas kepemilikan Bitcoin tersebut dapat mengarah langsung pertumbuhan dan kemajuan negara tersebut.
“Mungkin dalam waktu 30 atau 40 tahun mereka akan berubah dari negara termiskin yang paling banyak kejahatannya menjadi salah satu negara terkaya dan paling inovatif di dunia hanya dalam jangka waktu tersebut dan hanya karena mereka menggunakan bitcoin,” ujar Draper dalam sebuah podcastnya pada Jumat 12 April 2024.
Menurut Draper, langkah Presiden El Salvador, Nayib Bukele, untuk membeli bitcoin akan membantu negara tersebut melunasi utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
Nayib Bukele dengan langkah yang diambil untuk membeli bitcoin tersebut dapat mengurangi ketergantungannya pada lembaga-lembaga finansial internasional.
Baca Juga: Bakal Dibagikan Bulan April 2024! Bagi Penerima KPM Berupa Bansos BPNT Rp.200 Ribu
Walaupun mendapat kritik dari IMF atas keputusannya, Bukele dan partainya, Nuevas Ideas, terus memperjuangkan adopsi bitcoin.
Namun, Draper percaya bahwa bitcoin akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi El Salvador.