Ledakan Besar Hantam Kota Bandar Abbas di Iran Tewaskan Dua Orang, Apakah Serangan dari Amerika Serikat?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 1 Februari 2026 | 23:24 WIB
ledakan di Bandar Abbas (srpc digital)
ledakan di Bandar Abbas (srpc digital)

KLIK SAJA - Sebuah ledakan besar mengguncang Bandar Abbas, kota pelabuhan di selatan Iran, pada Sabtu (31/1/2026) siang.

Ledakan tersebut menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal dan menewaskan dua orang, sementara sedikitnya 13 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Lokasi ledakan berada tak jauh dari Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sangat strategis bagi distribusi minyak dunia, sehingga peristiwa ini sempat memicu spekulasi luas.

Kota Bandar Abbas sendiri merupakan area penting Iran dalam hal sirkulasi minyak dan gas negara karena letaknya persis di Selat Hormuz, yaitu wilayah laut tersibuk dunia.

Maka sontak kejadian ini menimbulkan tanda tanya apakah ada kaitannya dengan serangan AS.

Mengutip laporan Al Jazeera, televisi pemerintah Iran menyebut ledakan terjadi di sebuah gedung delapan lantai.

Dua lantai bangunan tersebut mengalami kerusakan parah, sementara dampaknya juga merusak sejumlah kendaraan dan toko di sekitar lokasi kejadian.

Sempat beredar rumor bahwa bangunan yang terdampak merupakan milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Namun, IRGC dengan tegas membantah kabar tersebut. Kantor berita Fars melaporkan bahwa tidak ada fasilitas atau gedung milik IRGC yang menjadi sasaran dalam insiden ini.

Kebocoran Gas Jadi Penyebab Ledakan

Pejabat setempat memastikan bahwa ledakan tersebut bukan akibat serangan militer. Menurut keterangan otoritas Iran dan media lokal, penyebab ledakan adalah kebocoran gas yang kemudian menumpuk dan memicu ledakan besar.

Kepala pemadam kebakaran Bandar Abbas, Mohammad Amin Lyaghat, menjelaskan bahwa gas yang bocor terperangkap di dalam bangunan sebelum akhirnya meledak.

“Penyebab awal kecelakaan gedung di Bandar Abbas adalah kebocoran dan penumpukan gas yang menyebabkan ledakan,” ujar Lyaghat dalam siaran televisi pemerintah. Ia menambahkan bahwa pihak pemadam kebakaran akan menyampaikan penjelasan lebih rinci setelah proses investigasi selesai.

Sementara itu, Kepala Manajemen Krisis Provinsi Hormozgan, Mehrdad Hassanzadeh, mengonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak dua orang. Sebanyak 13 korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X