KLIK SAJA - Suriah akan bergabung dengan koalisi internasional untuk memerangi kelompok Negara Islam (ISIS), sebuah langkah yang menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah, sebagaimana dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior pemerintahan Trump.
Pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, di Gedung Putih — pertemuan bersejarah pertama antara pemimpin Suriah dan presiden Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, al-Sharaa menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari “era baru” di mana Suriah akan bekerja sama dengan AS.
Trump menyatakan dukungannya terhadap al-Sharaa, sosok yang hingga beberapa waktu lalu masih didesignasi sebagai teroris oleh pemerintah AS.
Baca Juga: Analisa Zohran Mamdani Vs Donald Trump: Adu Perang Kebijakan Raih Simpati Warga New York
Maka dengan keputusan ini, Suriah menjadi negara ke-90 yang bergabung dalam koalisi global yang bertujuan untuk menghancurkan sisa-sisa kelompok ISIS serta menghambat arus pejuang asing ke kawasan Timur Tengah.
Berbicara kepada wartawan di Oval Office beberapa jam setelah pertemuan itu, Trump mengatakan,
“Kami ingin melihat Suriah menjadi negara yang sukses.”Ia menambahkan,
“Dan saya pikir, pemimpin ini bisa mewujudkannya. Saya benar-benar percaya itu.”
Hubungan diplomatik antara Suriah dan Amerika Serikat telah terputus sejak 2012, namun kini AS akan mengizinkan Suriah membuka kembali kedutaannya di Washington.
Pertemuan ini menjadi yang ketiga antara kedua pemimpin, setelah sebelumnya mereka bertemu di sela-sela Konferensi Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Mei lalu dan dalam jamuan makan malam di Sidang Umum PBB bulan September.
Kunjungan al-Sharaa ke Gedung Putih menandai perubahan citra yang luar biasa bagi mantan jihadis tersebut.
Di masa lalu, ia pernah memimpin salah satu cabang Al-Qaeda — kelompok di balik serangan 11 September dan banyak serangan lainnya — sebelum akhirnya memutus hubungan.
Bahkan hingga awal tahun ini, ia masih dikenal sebagai pemimpin Hayat Tahrir al-Sham, kelompok Islam bersenjata yang secara resmi dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS.