4 Motif Strategi Israel Menyerang Iran: Analisis Geopolitik

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 18 Juni 2025 | 08:11 WIB
Benjamin Netanyahu saat pidato propaganda tentang Iran di PBB (tbs news)
Benjamin Netanyahu saat pidato propaganda tentang Iran di PBB (tbs news)

KLIK SAJA - Pada Jumat lalu, dunia dikejutkan oleh serangan militer besar-besaran Israel terhadap Iran—sebuah aksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tak lama setelah serangan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris yang ditujukan langsung kepada rakyat Iran, mengajak mereka untuk bangkit melawan apa yang ia sebut sebagai "rezim jahat dan menindas".

Ia menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk "membuka jalan" menuju kebebasan rakyat Iran.

Namun di balik retorika moral dan politik tersebut, tersembunyi beberapa motif strategis Israel yang patut dianalisis secara geopolitik.

  1. Menghentikan Jalur Dukungan Iran kepada Proksi Militan

Iran selama ini dikenal sebagai pendukung utama kelompok Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza—dua kelompok yang menjadi musuh utama Israel.

Dengan menghancurkan stabilitas internal Iran, Israel berharap dapat menghentikan aliran logistik, dana, dan senjata yang selama ini dikirim ke dua kelompok tersebut.

Setelah keberhasilan ofensif pemerintahan baru di Suriah yang menekan kekuatan milisi Syiah, Israel tampaknya melihat kesempatan strategis untuk memukul Iran secara langsung, dengan harapan dampak berantainya akan melemahkan para proksi Iran.

  1. Upaya Mendesain Kudeta Politik di Iran

Pidato Netanyahu juga menunjukkan indikasi bahwa Israel ingin mendorong perubahan rezim di Iran.

Dengan menciptakan kekacauan domestik, Israel tampaknya berharap akan muncul gerakan internal—bahkan kudeta—yang menjatuhkan pemerintahan Republik Islam Iran.

Namun, harapan ini tampaknya meleset. Sebaliknya, serangan eksternal justru memperkuat solidaritas antara pemerintah dan rakyat Iran, yang bersatu menghadapi musuh dari luar.

Hingga kini, Iran justru berkali-kali mampu membalas dengan mengirimkan serangan rudal balistik hingga ke Tel Aviv, menembus Iron Dome, sesuatu yang tak terkirakan oleh IDF.

  1. Menjustifikasi Serangan melalui Isu Senjata Nuklir

Israel selama ini menyuarakan kekhawatiran atas program nuklir Iran, meski belum ada bukti kuat bahwa Iran secara aktif membangun senjata nuklir.

Dengan mengangkat isu ini, Israel berupaya mendapatkan legitimasi internasional untuk aksinya, meski belakangan justru mendapat kritik luas dari berbagai negara dan lembaga internasional.

Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran justru dinilai ilegal oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan opini publik dunia kini lebih banyak mengkritik Israel atas kekerasan yang dilakukan, terutama terhadap warga sipil Palestina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X