KLIK SAJA - Eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Serangan udara yang dilakukan Israel ke wilayah Iran, bahkan sampai menargetkan tokoh militer tertingginya, bukanlah tindakan yang muncul secara spontan.
Di balik konflik terbuka ini, ada sejarah panjang permusuhan ideologis, geopolitik, dan naratif yang menyulut kebencian mendalam dari kelompok Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran.
Berikut adalah empat alasan utama mengapa Zionis Israel sangat membenci Iran:
- Revolusi Iran 1979: Awal Perlawanan Terbuka terhadap Barat dan Zionisme
Revolusi Islam Iran tahun 1979 menjadi titik balik penting dalam dinamika Timur Tengah.
Iran yang sebelumnya bersekutu erat dengan Amerika Serikat dan Israel di bawah Shah Reza Pahlavi, berubah menjadi negara teokratik yang anti-Barat dan sangat vokal terhadap Zionisme setelah Ayatollah Khomeini berkuasa.
Sejak itu, Iran menjadikan perlawanan terhadap Israel sebagai bagian dari prinsip ideologis negara. Seruan "kematian bagi Israel" bukan hanya slogan politik, tapi juga simbol perlawanan terhadap dominasi asing dan pembelaan atas Palestina.
- Ahmadinejad dan Penyangkalan Holocaust
Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran dari 2005 hingga 2013, menjadi simbol perlawanan terhadap narasi Zionis global.
Ia secara terbuka menyatakan bahwa Holocaust adalah mitos atau manipulasi sejarah yang digunakan untuk melegitimasi pendirian negara Israel.
Pernyataannya menantang fondasi moral dan emosional utama dari pembentukan Israel pasca-Perang Dunia II, yaitu penderitaan Yahudi Eropa.
Hal ini tentu menyulut kemarahan Israel dan sekutunya, yang melihat pernyataan tersebut sebagai ancaman terhadap legitimasi mereka.
- Luka Sejarah: Penaklukan Persia atas Tanah Israel
Permusuhan ini juga bisa ditelusuri jauh ke belakang.
Dalam sejarah kuno, Kekaisaran Persia yang merupakan leluhur bangsa Iran pernah menguasai wilayah Levant, termasuk tanah-tanah yang kini menjadi bagian dari Israel modern.
Meski dalam beberapa versi sejarah Persia juga membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan Babilonia, ada pula periode di mana Persia melakukan dominasi politik dan budaya atas wilayah tersebut.