Analisa 'Pisah Ranjang' Antara Donald Trump dan Elon Musk: Ironi Hubungan Dua Pria Alpha Male

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 08:41 WIB
Donald Trump and Elon Musk (The Economist)
Donald Trump and Elon Musk (The Economist)

KLIK SAJA - Hubungan antara Donald Trump dan Elon Musk ibarat kisah naik-turun bromance politik dan bisnis yang awalnya penuh gairah, namun kini membeku oleh ego, krisis ekonomi, dan tekanan publik.

Dua sosok yang dikenal sebagai "Alpha Male" dengan karakter dominan, ambisi besar, serta tidak gentar pada siapa pun, kini berada di dua kutub yang bertolak belakang.

Momen keakraban keduanya begitu terasa saat pemilihan Presiden AS, ketika Musk yang semula cenderung netral, memutuskan mendukung Trump secara terbuka.

Dukungan itu tidak main-main: selain sumbangan dana besar-besaran, Musk juga memberikan pengaruhnya demi memperkuat basis suara Partai Republik.

Bahkan, ia bergabung dalam Department of Government Efficiency (DOGE), sebuah badan penasihat kontroversial yang dibentuk Trump untuk memangkas anggaran negara.

Namun dalam hitungan bulan, hubungan yang semula strategis ini mulai retak.

Salah satu pemicunya adalah keputusan DOGE yang berujung pada pemecatan lebih dari 30 ribu pegawai federal, termasuk ribuan dari Departemen Kesehatan dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit).

Meski diklaim mampu menghemat anggaran hingga 2 triliun dolar AS, kebijakan ini memicu gelombang protes publik.

Tak berhenti di sana, Trump juga memutuskan membubarkan USAID, mematikan sejumlah bantuan luar negeri—termasuk ke Indonesia—atas nama efisiensi.

Publik AS, yang menilai kebijakan ini serampangan, meluapkan kemarahan mereka melalui aksi boikot terhadap Tesla.

Alhasil, saham Tesla anjlok dari $400 menjadi $200 hanya dalam kurun empat bulan.

Musk pun mulai menjaga jarak. Ia mengalihkan fokus kembali ke Tesla dan proyek-proyek strategis lainnya, seperti Starlink, yang juga terkena imbas buruk.

Proyek internet satelit tersebut bernilai $100 juta dibatalkan pemerintah Ontario sebagai respons atas kebijakan tarif Trump terhadap Kanada.

Ketegangan kian memuncak saat Trump menggulirkan One Big Beautiful Bill Act (OBBBA), yang mengusulkan pemotongan pajak dan revisi tunjangan sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X