Rumah Sakit Indonesia di Gaza Digempur Israel, 50 Tewas Imbas Serangan Udara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 14 Mei 2025 | 22:17 WIB
Kondisi Rumah Sakit Indonesia diserang Israel (Reuters)
Kondisi Rumah Sakit Indonesia diserang Israel (Reuters)

KLIK SAJA - Sedikitnya 50 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di Gaza utara, menurut laporan sebuah rumah sakit setempat.

Rumah Sakit Indonesia melaporkan bahwa 22 anak-anak dan 15 perempuan termasuk di antara korban tewas setelah sejumlah rumah di kota dan kamp pengungsi Jabalia dihantam pada malam hari.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan setidaknya belasan jenazah tergeletak di lantai.

Militer Israel menyatakan tengah menyelidiki laporan tersebut. Sebelumnya, militer telah memperingatkan warga Jabalia dan daerah sekitarnya untuk mengungsi pada Selasa (13/5), setelah sebuah kelompok bersenjata Palestina meluncurkan roket ke wilayah Israel.

Insiden ini terjadi bersamaan dengan pernyataan Kepala Urusan Kemanusiaan PBB yang mendesak anggota Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan guna "mencegah genosida" di Gaza.

Berbicara dalam pertemuan di New York pada Selasa, Tom Fletcher menuduh Israel "secara sengaja dan tanpa malu memberlakukan kondisi tidak manusiawi terhadap warga sipil."

Ia juga menyerukan kepada Israel untuk mencabut blokade yang telah berlangsung selama 10 minggu atas Gaza dan mengkritik rencana Israel-AS untuk mengambil alih distribusi bantuan kemanusiaan melalui perusahaan swasta, yang menurutnya merupakan "kedok untuk kekerasan dan pengusiran lebih lanjut" terhadap warga Palestina.

Duta besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut tuduhan tersebut "tidak berdasar dan keterlaluan."

Ia bersikeras bahwa sistem bantuan yang ada saat ini "telah rusak" karena digunakan untuk mendukung upaya perang Hamas — tuduhan yang dibantah baik oleh PBB maupun kelompok bersenjata tersebut.

Pejabat kesehatan lokal mengatakan bahwa total 70 orang tewas dalam serangan Israel di seluruh wilayah Gaza pada Rabu, sebagian besar di sekitar Jabalia.

Warga di wilayah utara melaporkan mendengar banyak ledakan sepanjang malam, dan video yang dibagikan oleh para aktivis menunjukkan nyala api menerangi langit.

Pada Selasa malam, militer Israel mengeluarkan apa yang mereka sebut sebagai “peringatan terakhir” kepada warga kota Jabalia, kamp Jabalia, dan lima daerah sekitarnya.

Militer memerintahkan mereka untuk segera mengungsi ke tempat penampungan di Kota Gaza, dengan mengatakan bahwa pasukan Israel akan “menyerang dengan kekuatan besar setiap wilayah yang digunakan untuk meluncurkan roket.”

Sebelumnya, militer Israel menyatakan tiga roket yang diluncurkan dari Gaza telah memasuki wilayah Israel, memicu sirene peringatan di komunitas perbatasan Israel dan kota Sderot.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X