Tak Beretika! Presiden AS Donald Trump Dikecam Setelah Unggah Gambar AI Dirinya sebagai Paus

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 4 Mei 2025 | 08:19 WIB
postingan Gedung Putih yang tampilkan AI Trump menjadi Paus (BBC)
postingan Gedung Putih yang tampilkan AI Trump menjadi Paus (BBC)

KLIK SAJA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat kecaman dari sejumlah umat Katolik setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya sebagai Paus.

Gambar tersebut dibagikan melalui akun media sosial resmi Gedung Putih, pada saat umat Katolik sedang berduka atas wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu dan tengah bersiap untuk memilih pemimpin baru Gereja Katolik.

Konferensi Waligereja Negara Bagian New York menuding Trump telah menghina iman Katolik.

Unggahan ini muncul hanya beberapa hari setelah ia sempat bergurau kepada para wartawan: "Saya ingin menjadi Paus."

Trump bukanlah presiden pertama yang dituduh meremehkan iman Katolik. Mantan Presiden AS Joe Biden sempat menuai kemarahan publik setahun lalu ketika ia membuat tanda salib dalam sebuah aksi unjuk rasa pro-aborsi di Tampa, Florida.

Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, menolak berkomentar mengenai unggahan Trump saat memberikan keterangan pers kepada wartawan yang meresahkan umat Katolik tersebut

Vatikan sendiri sedang bersiap menggelar konklaf pada Rabu, 7 Mei 2025 mendatang untuk memilih penerus Paus Fransiskus.

Gambar yang diposting Trump pada Jumat malam tersebut memperlihatkan dirinya mengenakan jubah putih dan mitra — topi khas uskup — serta salib besar yang menggantung di lehernya. Ia mengangkat satu jari dan tampak berwajah serius.

Konferensi Waligereja Negara Bagian New York, yang mewakili para uskup di wilayah tersebut, menyampaikan kritik mereka melalui platform X (sebelumnya Twitter).

“Tidak ada yang lucu atau cerdas dari gambar ini, Tuan Presiden,” tulis mereka.

“Kami baru saja menguburkan Paus Fransiskus yang kami cintai, dan para kardinal akan segera memasuki konklaf untuk memilih penerus Santo Petrus. Jangan permainkan kami.”

Mantan Perdana Menteri Italia yang berhaluan kiri, Matteo Renzi, juga mengecam unggahan Trump.

“Gambar ini menyinggung umat beriman, menghina lembaga keagamaan, dan menunjukkan bahwa pemimpin dunia sayap kanan ini menikmati menjadi bahan lelucon,” tulis Renzi dalam bahasa Italia di X.

Namun, pihak Gedung Putih menepis tudingan bahwa Trump bermaksud mengejek Tahta Suci.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X