Tentara Zionis Israel Akui Bunuh Pekerja PBB di Gaza

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 25 April 2025 | 15:02 WIB
ilustrasi tentara IDF Israel dalam kondisi siap tempur (Anadolu Ajansi)
ilustrasi tentara IDF Israel dalam kondisi siap tempur (Anadolu Ajansi)

KLIK SAJA - Militer Israel akhirnya mengakui telah membunuh seorang pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah serangan tank di Jalur Gaza, setelah sebelumnya membantah terlibat dalam insiden tersebut.

Pengakuan ini datang sebulan setelah kejadian tragis yang merenggut nyawa Marin Valev Marinov, warga negara Bulgaria yang bekerja untuk PBB, dan melukai lima staf lainnya.

Insiden itu terjadi pada 19 Maret 2025 di kompleks PBB di Deir al-Balah, tepat sehari setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas runtuh, memicu kembali eskalasi kekerasan.

Kala itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka tidak menyerang kompleks PBB, bahkan meminta media untuk “berhati-hati dengan laporan yang belum diverifikasi”.

Namun dalam pernyataan terbaru yang dirilis Kamis, IDF mengakui bahwa pasukannya secara keliru mengidentifikasi kompleks tersebut sebagai tempat keberadaan musuh.

“Bangunan tersebut diserang karena perkiraan kehadiran musuh dan tidak diidentifikasi oleh pasukan sebagai fasilitas PBB,” ungkap IDF dalam pernyataan resminya.

Temuan awal penyelidikan telah dibagikan kepada PBB dan laporan lengkapnya akan segera diserahkan.

“IDF menyesalkan insiden serius ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” tambah pernyataan tersebut, sembari menjanjikan evaluasi operasional lebih lanjut untuk mencegah kejadian serupa.

Insiden ini memicu kecaman internasional. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres segera menyerukan penyelidikan menyeluruh, dan menyatakan bahwa lokasi semua fasilitas PBB sudah diketahui pihak-pihak yang bertikai dan wajib dilindungi berdasarkan hukum internasional.

Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS) bahkan menyebut serangan tersebut bukan sebuah kecelakaan.

Direktur Eksekutif Jorge Moreira da Silva menegaskan bahwa bahan peledak dijatuhkan atau ditembakkan ke wisma PBB yang berada di lokasi “terisolasi”.

Rekaman yang diverifikasi menunjukkan korban luka mengenakan jaket antipeluru biru bertuliskan “UN”, memperkuat klaim bahwa mereka adalah staf internasional yang sah.

Ini bukan satu-satunya insiden mematikan di Gaza bulan lalu. IDF juga mengakui adanya "kegagalan profesional" yang menewaskan 15 pekerja darurat lainnya.

Sejak Israel memperbarui serangannya pada Februari, lebih dari 1.978 orang tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X